Rabu, 29 Juni 2011

Menyingkap Proyek Rekayasa Genetika Pewaris Solomon



Dua belas agen National Security Agency (NSA) membelot dari pimpinannya. Dalam hitungan jam, mereka berubah menjadi orang yang paling dicari di seluruh Amerika. Mereka menculik Duta Besar Israel untuk AS, Gubernur Federal Reserve Bank dan sejumlah tokoh penting negeri Paman Sam itu. Mereka juga mengobok-obok sistem keamanan Pentagon hingga menguasai markas utama NSA di Maryland. Mereka yang pada awalnya pahlawan kini menjadi musuh negara yang wajib dilenyapkan.




Sementara itu, di Fasilitas Nuklir Negev, Israel tengah menyiapkan pasukan terbaiknya pasca kekalahan dalam Operasi Cash Lead II di Jalur Gaza. Balas dendam kepada “teroris” HAMAS adalah harga mati. Prajurit-prajurit tangguh dengan kekuatan supercanggih tiada banding telah siap menyambut kemenangan untuk tata-dunia baru.

Cerita di atas memang fiksi, namun bukan berarti sepenuhnya dongengan belaka. Sebab ada beberapa fakta-fakta tersembunyi yang diungkap. Begitulah yang ditulis Rh. Fitriadi, novelis asal Aceh dalam The Messiah Project (TMP).  Buku ini adalah sekuel kedua dalam tetralogi The Chronicle of Holywars. Sebelumnya, sekuel pertama berjudul The Gate of Heaven berkisah tentang pertempuran Israel dan HAMAS di Jalur Gaza.

Novel tebal  terbitan Pro-U Media ini benar-benar memukau. 523 halaman isi novel ini hanya menceritakan rangkaian peristiwa yang terjadi dalam waktu 12 jam saja. Kita disuguhi sajian yang membuat mata tak ingin melepas pandang ke aktivitas lain. Detail-detail nama tempat, jalan, lembaga negara dan senjata membuat kita serasa ikut di dalam cerita. Ada CIA, pasukan elit SWAT, Delta Force, National Intelligence, NSA dan lainnya. Seperti menonton film-film Holywood di bioskop, cuma beda perspektif saja. Maka, jika Anda suka film Hollywood, namun sering mengeluhkan sudut pandangnya yang selalu pro-Amerika dan memojokkan Islam, buku ini adalah solusi tepat.  Bahkan, alangkah lebih baik lagi apabila ada produser layar lebar yang berkenan memfilmkan buku ini . Sungguh karya ini begitu layak. Saya yakin Anda akan sependapat jika sudah membacanya.

Selain itu, kelebihan buku ini yang membuat ia layak dibaca adalah karena ia menyampaikan informasi yang selama ini tak diungkap. Bahwa di balik kebengisan dan standar ganda negeri adidaya seperti AS ada konspirasi jahat yang mengontrolnya di belakang layar. Ada invisible hand di balik setiap kebijakan yang diambil. Di sinilah kemudian menariknya, ada kejutan di setiap chapter-nya yang membuat kita tak berhenti menebak-nebak.

Hebatnya lagi, saya menemukan beberapa istilah menarik semacam “kiamat digital” yang dapat mengacaukan kondisi dunia serta beberapa wawasan tentang dunia hacker. Dan tentunya, yang paling utama adalah proyek rahasia rekayasa genetika pewaris keturunan Solomon yang terpilih dengan menggunakan medium rahim perempuan Palestina.

Buku ini, menurut saya sebagai pembaca,nyaris tanpa cacat. Kecuali pada sedikit kasus salah ketik. Dan satu lagi, jika penulis mengklaim beberapa konten dalam novel adalah nyata, maka sebaiknya mencontoh novel-novel Dan Brown yang di bagian pembukanya selalu menerangkan bagian-bagian mana  yang merupakan fakta. Kalau perlu dicantumkan sumber referensinya. Supaya bisa menjadi pertanggungjawaban ilmiah.

Begitupun, buku ini  SANGAT LAYAK untuk dibaca dan dikoleksi. Anda akan ketagihan dan tak sabar menanti sekuel ketiganya, The Secret of New Medina. Saya garansi!