Jumat, 18 Desember 2009

Tadi malam di restoran PH Simpang Lima Ustadz bilang, "Ustadz Y dapat mutasi dari kantornya (baca: sebuah lembaga zakat), dari Aceh ke Jawa Timur. Dia jadi Kepala Cabang juga di sana. Jadi, kemungkinan besar antum akan sendirian mengelola itu (baca: sebuah amanah yang cukup sulit untuk disebut ringan). Atau, kalau perlu tambahan, nanti kita syura-kan lagi." Huff.. Rabb, berikan aku kekuatan untuk memikul semua yang telah disangkutkan di pundakku..

31 komentar:

  1. Amiin. Makasi atas support-nya mbak..

    tpi kok td komennya sekali masuk bisa 13 ya? :)

    BalasHapus
  2. perginya seorang kader berarti kesempatan untuk memperluas dakwah.
    dan juga kesempatan untuk meningkatkan kualitas diri bagi mereka yang ditinggalkan.

    Alloh tidak akan membebani seseorang melebihi kemampuannya.

    BalasHapus
  3. datang dan pergi itu sunatullah..
    semoga Allah memberikan pundak yang kuat untuk memikulnya..

    BalasHapus
  4. Antum benar akhi.. itu kesempatan bagi siapa saja. bagi beliau untuk mengepakkan sayap dan bagi saya untuk naik "marhalah".

    hanya saja, bersebab yang ditinggalkan ini kualifikasinya jauh di bawah yang pergi beranjak.. dari sisi apapun, juga sisi usia.. (soalnya, saya akan mengurusi -termasuk membina- orang2 yang usianya di atas saya). Memang ini bukan yang pertama, tapi,.. ah..
    Ya Allah, tak pantas rasanya hanya mengeluh..

    BalasHapus
  5. Ya, perpisahan -sebagaimana pertemuan- adalah ketentuanNya..
    Amiin.. *mengaminkan do'anya mba*

    BalasHapus
  6. Siapa saja yang menyabarkan dirinya, maka Allahpun akan memberikan kesabaran kepadanya. Seseorang tidak akan mendapatkan anugerah lebih baik dan lebih lapang melebihi kesabaran
    (HR Bukhari & Muslim)

    la yukallifullahu nafsan illa wus'ahaa,
    :)

    BalasHapus
  7. Jazakillah, Rin.. Hadits ini juga yang dulu kaukirimkan lewat baris2 aksara di layar pendar.

    *teringat nasyidnya Izzis:
    Siapapun takkan pernah bisa bertahan..
    Melalui jalan dakwah ini..
    Melalui jalan perjuangan..
    Kecuali dengan kesabaran..

    BalasHapus
  8. berbahagialah jika kau masih bagian yang terpilih itu kawan.
    banyak yang ingin, tapi mereka harus rela terjengkang dari keinginannya.
    selamat berjuang!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    nih ku buat tenda seru banyak-banyak sebagai hadiah.
    biar antum senang. ente kan penggemar tanda seru!
    ha..ha..ha..

    BalasHapus
  9. Terimakasih Putri Biru..
    untuk yang ke sekian kali, ucapanmu -tanpa kausadari mungkin- telah menyentakku..
    aku memang terkadang -atau malah sering- lupa akan hal2 demikian..

    BalasHapus
  10. apa maksudnya ana penggemar tanda seru? suka marah2 gitu? mana ada orang yg percaya.. :p
    lagian, secara bahasa tanda seru tu cukup satu aja, klo lebih hanya akan memperlihatkan ketidakmengertian penulisnya,..

    BalasHapus
  11. oke bro!
    ntar kalo masuk surga jangan lupa kita-kita ya!
    he...he..he..

    BalasHapus
  12. apa peduliku jika orang sastra marah! tanda seru itu punya banyak arti! salah satunya berhati-hati.
    masak tak kau mengerti ucapan gurumu ini dek! karena aku bukan guru sastra! maka kupakailah tanda seru yang dilalu lintas
    "waspada"

    BalasHapus
  13. baiklah Kak Guru.. emang bakat merepet juga ternyata
    *baru sadar setelah 4 thn berkawan, mudah2an bukan ciri2 in**g* *

    BalasHapus
  14. amin...insya Allah antum bisa...innallaha ma'ana...

    semangat bro...:)

    BalasHapus
  15. Amiin.. Insya Allah kita semua bisa ya..
    syukran 4 the support mbak.. :)

    BalasHapus
  16. oh.. dari hp.. ya udah, gpp kok mbak..
    selamat beraktivitas mbak.. :)

    BalasHapus