"Apabila empuknya kasur dan hangatnya selimut masih lebih engkau sukai daripada meletakkan kening di atas sajadah di keheningan malam, niscaya engkaupun akan merasa berat bila suatu saat diminta mengorbankan harta dan jiwamu di jalan Allah. Sebab, apabila qiyamullail yang merupakan ibadah yang tidak mengandung risiko saja belum mampu engkau laksanakan, bagaimana mungkin engkau bisa merasa ringan dan ikhlas melakukan ibadah yang menuntut adanya pengorbanan harta, jiwa dan raga darimu…"
Waduh...nice nice...berat sih memang..untung jarang tidur di kasur dan dengan bantal...
BalasHapus:)
BalasHapusKasur g empuk aja masih susah ditinggalkan, gimana kasur yang empuk ya...
BalasHapus