Senin, 21 Desember 2009

Entah kenapa tiba-tiba terbersit lagi pikiran aneh. "Lebih baik tak usah mengenalnya, mengenal mereka. Lupakan saja! Buat apa jika itu hanya menambah masalahmu dan kaupun hanya membuat mereka dongkol dan uring-uringan?" begitu ujarnya. Kau tahu siapa "nya" dan "mereka"? Ya, tepat sekali. Mereka adalah beberapa sahabat (bahkan) dekatku! :( *butuh tausiyah mode:on*

30 komentar:

  1. sebuah kisah pembelajaran jangan disesali :)

    BalasHapus
  2. Disana ada mutiara hikmah, ambillah untuk memperindah dirimu..

    BalasHapus
  3. hanya emosi sesaat.. :)
    esok kan tersenyum kmbali...amiiin.

    BalasHapus
  4. aku sedang berusaha tak menyesali sebuah persaudaraan..

    BalasHapus
  5. hikmah? benarkah? Ini sedang kucari... semoga lekas kutemukan...

    BalasHapus
  6. Mudah-mudahan ini memang benar2 sesaat, tapi bagaimana jika ia berulang?
    Ah, Rabbi.. :((

    BalasHapus
  7. teman,
    jika semua perjalanan terlalu lancar, kau akan bosan!
    tidak ada dinamikanya!
    tidak menarik.
    mungkin titik ujian itu ada disini.
    kau mau naik kelas tidak?
    kalau mau kau harus ikut ujian.

    ingat, dibalik sisi jelek seseorang pasti ada sisi baiknya.
    caoba saja intai. kau akan semakin menyayangi mereka ketika menemukannya

    perlu digarisbawahi, mereka adalah SAUDARAMU

    BalasHapus
  8. skenario Allah pasti indah ^_^
    bersabarlah... :)

    BalasHapus
  9. ya, kau benar. aku sependapat denganmu. lalu, mengapa kini aku bosan pula terhadap kondisi ini? padahal aku manusia anti-stagnasi..

    BalasHapus
  10. aku tidak sedang bicara kejelekan mereka, tapi ini soal kelemahan dan kekuranganku...
    nya dan mereka tidaklah salah,.. tapi aku yang alpa..

    BalasHapus
  11. ya. jazakillah sudah "menampar"-ku

    BalasHapus
  12. berarti ada yang tidak seimbang disana akhi! cobalah tawazun. kupikir kau sedang haus

    BalasHapus
  13. haus? maksudmu? *berusaha mencerna*

    BalasHapus
  14. Bila ingat kembali janji persahabatan kita
    Tak kan mau berpisah karena ini
    Pertengkaran kecil kemarin cukup jadi lembaran hikmah
    Karena aku ingin tetap sahabatmu

    jadi inget lirik nasyid nya Edcoustic ^_^

    BalasHapus
  15. Entahlah.. ini bukan karena pertengkaran.. sungguh! "nya" dan "mereka" sama sekali tak salah...
    ini semua murni kealpaanku,,

    *tapi lirik Edcoustic itu tetap menyentilku*

    BalasHapus
  16. Hhhmmm....

    sudah minta maaf sama "nya" dan "mereka"?

    yoo, ambil Hikmahnya broe... dan berusa bersikap normal lagi ke mereka (huehehhehe...mode sotoy marotoy is ON :D)

    afwan kalo ada salah kata...

    BalasHapus
  17. Ada yang sudah. Ada yang belum. Sebab di antara mereka ada yang menyadari dan ada yang tidak. Huff.. beginilah cinta, deritanya tiada akhir.. T_T

    ini aku sedang berusaha mengais-ngais ibrahnya di balik tumpukan jerami..

    BalasHapus
  18. tidak perlu merasa bersalah. tidak ada kata yang salah. malah aku butuh yang lebih "menampar", yang lebih menyadarkan..

    BalasHapus
  19. wedew..

    menurutku dirimu jangan terlalu menghukum diri sendiri seperti itu. Yang terpenting di sini kan dirimu sadar kalau sudah bersalah dgn mereka. Nah, sekarang gmn caranya memperbaiki kesalahan itu...ga perlu di "tampar' terus... nti sakit :D

    Mungkin sekarang yang perlu dilakuan adalah mencari solusi... (hehhehe...sotoy lagi :p)

    BalasHapus
  20. ya. ini sedang cari solusi dari semuanya, tapi kenapa yang terlintas adalah mengakhiri?

    BalasHapus
  21. wedew...

    mungkin karena sudah lelah ya?

    ya sudah, lebih mendekat pada-NYA aja broe...insya Alloh akan lebih tenang...

    BalasHapus
  22. lelah? mungkin saja.
    ini sedang mencoba beberapa "obat penenang"..

    BalasHapus
  23. udah! jangan merutuki diri sendiri terus!
    bergeraklah karena diam itu kematian

    BalasHapus
  24. Iya. ini aku coba terus bergerak. karena hidup adalah pergerakan!
    terimakasih padamu yang telah bersedia menjadi salah satu teman terbaikku.. ^_'

    BalasHapus
  25. enak aja terima kasih! siapa bilang gratis? bayarlah! satu nasehat satu juta! ~_~, :) antum dah ngebon berapa tuh?

    BalasHapus
  26. bah! kejam kali kawan ni.. ternyata selama ini semua hanya kepalsuan.. hiks.. T_T
    *masuk kamar, banting pintu, campakkan badan ke kasur, ambil bantal lalu.. xxxxxx*

    BalasHapus
  27. he...he... he.... baru tahu ya?
    ngapain tuh?
    mau tidur?
    salam ma bantalnya ya!
    jangan lupa mimpikan bon hutang sama awak!
    horeeeee! berhasil jadi orang sadis!

    BalasHapus