Entah kenapa tiba-tiba terbersit lagi pikiran aneh. "Lebih baik tak usah mengenalnya, mengenal mereka. Lupakan saja! Buat apa jika itu hanya menambah masalahmu dan kaupun hanya membuat mereka dongkol dan uring-uringan?" begitu ujarnya. Kau tahu siapa "nya" dan "mereka"? Ya, tepat sekali. Mereka adalah beberapa sahabat (bahkan) dekatku! :( *butuh tausiyah mode:on*
sebuah kisah pembelajaran jangan disesali :)
BalasHapusDisana ada mutiara hikmah, ambillah untuk memperindah dirimu..
BalasHapushanya emosi sesaat.. :)
BalasHapusesok kan tersenyum kmbali...amiiin.
aku sedang berusaha tak menyesali sebuah persaudaraan..
BalasHapushikmah? benarkah? Ini sedang kucari... semoga lekas kutemukan...
BalasHapusMudah-mudahan ini memang benar2 sesaat, tapi bagaimana jika ia berulang?
BalasHapusAh, Rabbi.. :((
teman,
BalasHapusjika semua perjalanan terlalu lancar, kau akan bosan!
tidak ada dinamikanya!
tidak menarik.
mungkin titik ujian itu ada disini.
kau mau naik kelas tidak?
kalau mau kau harus ikut ujian.
ingat, dibalik sisi jelek seseorang pasti ada sisi baiknya.
caoba saja intai. kau akan semakin menyayangi mereka ketika menemukannya
perlu digarisbawahi, mereka adalah SAUDARAMU
skenario Allah pasti indah ^_^
BalasHapusbersabarlah... :)
ya, kau benar. aku sependapat denganmu. lalu, mengapa kini aku bosan pula terhadap kondisi ini? padahal aku manusia anti-stagnasi..
BalasHapustentu aku mau.
BalasHapusaku tidak sedang bicara kejelekan mereka, tapi ini soal kelemahan dan kekuranganku...
BalasHapusnya dan mereka tidaklah salah,.. tapi aku yang alpa..
ya. jazakillah sudah "menampar"-ku
BalasHapusberarti ada yang tidak seimbang disana akhi! cobalah tawazun. kupikir kau sedang haus
BalasHapushaus? maksudmu? *berusaha mencerna*
BalasHapusBila ingat kembali janji persahabatan kita
BalasHapusTak kan mau berpisah karena ini
Pertengkaran kecil kemarin cukup jadi lembaran hikmah
Karena aku ingin tetap sahabatmu
jadi inget lirik nasyid nya Edcoustic ^_^
Entahlah.. ini bukan karena pertengkaran.. sungguh! "nya" dan "mereka" sama sekali tak salah...
BalasHapusini semua murni kealpaanku,,
*tapi lirik Edcoustic itu tetap menyentilku*
Hhhmmm....
BalasHapussudah minta maaf sama "nya" dan "mereka"?
yoo, ambil Hikmahnya broe... dan berusa bersikap normal lagi ke mereka (huehehhehe...mode sotoy marotoy is ON :D)
afwan kalo ada salah kata...
Ada yang sudah. Ada yang belum. Sebab di antara mereka ada yang menyadari dan ada yang tidak. Huff.. beginilah cinta, deritanya tiada akhir.. T_T
BalasHapusini aku sedang berusaha mengais-ngais ibrahnya di balik tumpukan jerami..
tidak perlu merasa bersalah. tidak ada kata yang salah. malah aku butuh yang lebih "menampar", yang lebih menyadarkan..
BalasHapuswedew..
BalasHapusmenurutku dirimu jangan terlalu menghukum diri sendiri seperti itu. Yang terpenting di sini kan dirimu sadar kalau sudah bersalah dgn mereka. Nah, sekarang gmn caranya memperbaiki kesalahan itu...ga perlu di "tampar' terus... nti sakit :D
Mungkin sekarang yang perlu dilakuan adalah mencari solusi... (hehhehe...sotoy lagi :p)
ya. ini sedang cari solusi dari semuanya, tapi kenapa yang terlintas adalah mengakhiri?
BalasHapuswedew...
BalasHapusmungkin karena sudah lelah ya?
ya sudah, lebih mendekat pada-NYA aja broe...insya Alloh akan lebih tenang...
lelah? mungkin saja.
BalasHapusini sedang mencoba beberapa "obat penenang"..
udah! jangan merutuki diri sendiri terus!
BalasHapusbergeraklah karena diam itu kematian
Iya. ini aku coba terus bergerak. karena hidup adalah pergerakan!
BalasHapusterimakasih padamu yang telah bersedia menjadi salah satu teman terbaikku.. ^_'
enak aja terima kasih! siapa bilang gratis? bayarlah! satu nasehat satu juta! ~_~, :) antum dah ngebon berapa tuh?
BalasHapusbah! kejam kali kawan ni.. ternyata selama ini semua hanya kepalsuan.. hiks.. T_T
BalasHapus*masuk kamar, banting pintu, campakkan badan ke kasur, ambil bantal lalu.. xxxxxx*
he...he... he.... baru tahu ya?
BalasHapusngapain tuh?
mau tidur?
salam ma bantalnya ya!
jangan lupa mimpikan bon hutang sama awak!
horeeeee! berhasil jadi orang sadis!
T_T
BalasHapusnyan ka palo keuh...
BalasHapusso nyan bi?