Mr. X : salam. foto profilmu bagus. melankolis.
Saya : wslm. oh, melankolis? :D
Mr. X : perasaan sunyi. biasanya istilah itu untuk orang yang sedang patah hati.
Saya : ha? apakah sunyi selalu bermakna patah hati?
Mr. X : Tentu saja tidak. Sama halnya dengan pengertiannya; apakah patah hati itu selalu
bermakna berpisah dengan seorang dara.
kenapa diam. benar ya? sedang patah hati waktu itu ya?
Saya : Oh, tidak. tidak sama sekali. banyak fakta yang tersembunyi. tak semua persoalan
sama seperti zahirnya.
Mr.X : he he.. kalau iya mengapa memangnya. bukankah itu persoalan hidup yang
dianugerahkan Yang Kuasa juga?
Saya : ya. itu benar. persoalan hidup adalah hal yang membuat hidup berasa. tanpa
rintangan2, hidup akan hambar. tanpa rasa. menjemukan.
Lalu bincang-bincang kami mengalir bagai air, deras hingga bermuara ke tema-tema lain. Tentang slogan "Nikah Yes! Pacaran No!". Sampai tema politik dan hukum semacam polemik Qanun Jinayah di Aceh. Hingga akhirnya obrolan itu terhenti gara-gara koneksi internet kantor saya yang terputus. Tapi setidaknya, saya sudah menawarkan padanya untuk sesekali bertemu di keude kupi, cerita banyak hal sambil menyeruput minuman hangat. Ya, memang kami sudah pernah bertemu beberapa kali sebelumnya.
Kembali ke topik. Dari dialog singkat di atas, apa yang bisa kita simpulkan? Apakah sunyi selalu identik dengan patah hati? Ah, ini sudah ke sekian kali orang-orang berkomentar tentang foto profil saya. Apalagi foto itu juga kadang-kadang menjadi wallpaper laptop saya. Macam-macam pendapat kuterima. Banyak yang menebak-nebak. Tak sedikit yang memuji. Mayoritas mengira itu saat sunset, padahal itu adalah pemandangan matahari menjelang terbit di pantai Iboih, Sabang yang menghadap ke pulau Rubiah. Walaupun ada juga yang kurang sreg karena foto ini –katanya- menyiratkan kesedihan. Ada pula yang bilang memunculkan aura lemah, kalah, putus asa dan tak punya harapan. Ah, silahkan terus berkomentar, aku akan terus berjalan di lorong ini…
Apakah sunyi selalu menarasikan pesimisme? Bukankah kita juga butuh saat-saat sendiri untuk bertafakkur diri? Bukankah kita butuh waktu khusus untuk berkhalwat dengan-Nya. Tak tahukah Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengibaratkan suasana sunyi dan tenang itu sebagai pendingin bagi otak yang menjadi tempat berpikir. la mengatakan, "Otak diciptakan dalam keadaan panas (hangat) karena digunakan sebagai tempat untuk berpikir. Karena itu di dalamnya harus ada zat pendingin dan ia butuh tempat yang tenang, kokoh, bersih dari kotoran dan noda, sunyi dan terhindar dari keramaian dan keributan."
Bahkan beliau yang menjadi murid Imam Ibnu Taimiyah itu lalu menggaris bawahi bahwa pikiran yang bersih, daya ingat yang hebat dan analisa yang tepat itu keluar ketika badan dalam badan tenang, tidak terlalu sibuk dan terhindar dari goncangan-goncangan yang menyibukkan.
Sekarang, terserah saja Anda memilih jalan yang mana. Tapi yakinlah, sehingar-bingar apapun keriuhan hidup, Anda tetap butuh kesunyian. Dan berhentilah untuk menebak-nebak isi hati orang yang sedang menyendiri..
Kalaupun sang pemilih jalan sunyi sedang berada dalam kegalauan, biarkanlah..
Berikan ia waktu bermuhasabah diri, memutaba’ah amal-amal anggota tubuhnya..
Sendiri menyepi..
Tenggelam dalam renungan
Ada apa aku seakan kujauh dari ketenangan
perlahan kucari, mengapa diriku hampa…
mungkin ada salah, mungkin ku tersesat,
mungkin dan mungkin lagi…
Oh Tuhan aku merasa
sendiri menyepi
ingin ku menangis, menyesali diri, mengapa terjadi
sampai kapan ku begini
resah tak bertepi
kembalikan aku pada cahayaMu yang sempat menyala
benderang di hidupku..
(Edcoustic, Sendiri Menyepi)
Lalu, tentang semua prasangka terhadap diriku? Izinkan saya menggumamkan do’a Ali bin Abi Thalib ra. : "Ya Allah, janganlah Engkau hukum aku karena apa yang mereka katakan tentang aku. Berikanlah kebaikan padaku dari apa yang mereka sangkakan kepadaku. Ampunilah aku karena apa yang tidak mereka ketahui tentang diriku."
Pagar Air, 15 Desember 2009
Nantikan juga note-note saya berikutnya:
Tentang Sedih yang Membuatmu Tertatih
Tentang Godaan yang Membuatmu Tertawan
Tentang Lelah yang Membuatmu Hampir Menyerah
Tentang Rindu yang Membuatmu Pilu
Tentang Gelisah yang Membuatmu Nyaris Kalah
Tentang Lima Sekawan dan Cita-cita Membangun Peradaban
hehehehe
BalasHapusistilahnya jangan menilai buku dari covernya :)
gak semua yang terlihat mata adalah apa yang sedang terjadi karena mata sering menipu maka gunakan mata hati
jiaaaaah elok jadi ngaco
Berprasangka baik kepada orang lain adalah bagus, tp kalau sebaliknya gawat atuh^^
BalasHapusJKFS
Tulisannya bagus akh...
Good. Menyentuh dgn detil2 rasanya
BalasHapusYg "nantikan tulisan selanjutnya" itu yg angkat jempol deh, kalau dikumpulin bs jadi buku judulnya "Tentang"
BalasHapussaya suka tuh foto itu......sunyi itu menentramkan. SETUJU BANGET!!
BalasHapusKapan yah saya bisa mampir kek kedai kopinya hehehehe
menurut saya jg gambarnya bagus
BalasHapussaya jg suka bgt ganbar siluet gt. kesannya keren bgt. artistik
hhhmmmm...
BalasHapusBaiklaah...
sepi gak selalu patah hati..
BalasHapussetuju..!!
menyendiri tak selalu berarti patah hati.
BalasHapussuka sunyiiiiii....^_____^
BalasHapussaat sunyi
saat menyendiri
saat bercakap dengan hati
ungkap semua aib diri
luruh semua egoisme pribadi
saat sunyi
hanya ada diri dan hati
tuk kembali mengevaluasi
tapak-tapak perjalanan suci
genggam cahaya...menuju Illahi...
hoho.. Elok semakin bijak, euy!
BalasHapuswah.. itu nasyid yg deuu... pandangan mata selalu menipu..
astaghfirullah
*tertunduk*
Yp'i. Mari kita gemakan kultur husnudzhan, kepada siapa saja.. n_n
BalasHapuskarena hampir semua persoalan di dunia ini muncul karena miskomunikasi dan miskomunikasi berawal dari negative thinking..
wa'iyyaki..
Alhamdulillah.. semoga membawa manfaat mas..
BalasHapusTerimakasih sudah menyukai foto saya ^_^
BalasHapusmampir ke kedai kopi? emangnya mbak domisili di mana? klo memang deket, hayuk sekali2 bareng temen2..
nb: kedai kopi yg dimaksud bkn punya saya, tp tenang kalau sy ngundang, saya bertanggungjwb mentraktir.. n_n
hehe... betol tu Rin..
BalasHapusana juga udah kepikiran gitu..
pun ada ide ni untuk meng-compile tulisan2 inspiratif di fb dan mp punya kawan2.. tapi..gimana ya..proyek KK aja ga kelar2..:(
alhamdulillah.. makasi bang Dirman.. btw, gimana kabar Bima dan NTB?
BalasHapusada kabar gembirakah? n_n
lalu apakah sepi=sunyi=sendiri?
BalasHapusya, sebab banyak orang yg sedang bahagiapun memilih jalan sunyi ini.. :)
BalasHapusmbak ulict.. I like ur comment.. selalu puitis dan bermakna mendalam.. :)
BalasHapusjazakillah
wajazakallahu khair...
BalasHapus*padahal ga ada nyambung2nya sama patah hati dan prasangka...hehehe..:D
tapi kan masi nyambung sama tema "sunyi" (sang inspirasi)
BalasHapushooo...wokeh..wokeeeh....:D
BalasHapusditunggu tulisan2 keren berikutnya...^___^
alhamdulillah.. hadza in fadli rabbi..
BalasHapusinsya Allah mbak.. :)
Proyek KK yg ga kelar2.. *sigh*
BalasHapusTapi itulah tantangan 'berjamaah' (dlm hal nulis, atau apapun), banyak kepala jadinya butuh energi ekstra buat nyinkron.. = (
Jadi kapan kita sambung lagi yg belum jadi2 ini?
yep. itu tantangan, gimana klo Ahad ba'da Spirometri kita bahas lagi.. buat resolusi-lah.. acem?
BalasHapusoya, sudah lama tidak memekik frase ini: Go ALL! ^_'
so blue.. hwhw
BalasHapusGo ALL! Oke i.ALLAH...
BalasHapuswah mau dong ditraktir hehehe
BalasHapusjauuuuuuhhhhhhh......ada di bekasi Pak :)
blue? apa maksudnya yah? terus terang saya gak ngerti belakangan banyak orang2 yang menyinggung soal biru.. bisa dijelaskan..
BalasHapusmaklum, saya mah minim ilmu..
Insya Allah.. tetep siap fight! ^_^
BalasHapusboleh-boleh.. tapi saya cuma bisa mentraktir di dua kota:
BalasHapusMedan atau Banda Aceh.. gimana? :)
huaaaaaaaa berat di ongkos Pak :)
BalasHapusgak jadilah mending lewat tranfer ajah mentahannya huehehehe....
Mohon maaf, saya tidak melayani trakti mentahan, cuma yg mateng aja.. :p
BalasHapushikss....harusnya di special kan buat Larass pak....hehhe :p
BalasHapushuhu,,, maunya,, :p
BalasHapushihihihihihi.............
BalasHapus^_________^
BalasHapusenggak, biasanya hati sendu itu dianalogikan dg warna biru ;p
BalasHapusoh.. gitu to.. yaya.. makanya ada judul nasyid Edcoustic Sebiru Hari Ini trus ada id fb seorang ukhti yg begini "Sebiru Hati ****"
BalasHapushaha, yah begitulah... ;p
BalasHapus:)
BalasHapusbagus.. cuma agag sulit merealisasikannya..
BalasHapus:(
kenapa sulit? sam ting wong?
BalasHapusmenjadi seperti apa yang kkag tulis..
BalasHapusterlalu sulit bagi ku :(
Mbak Mila, dalam hidup ini tidak ada yang tak mungkin. semua pasti bisa. yang penting ada tekad bulat untuk berikhtiar. ayolah.. Mbak Mila pasti bisa.. n_n
BalasHapus