Rabu, 10 Februari 2010

(Makalah Lama) Valentine? Jangan Asal Ngikut!

          Bulan Februari jadi most wanted month tiap tahunnya di kalangan remaja-remaji. Tahu donk napa? Yak tul. Soalnya ada tanggal keramat di bulan itu yang dikangenin kebanyakan anak muda seantero jagad. Jatuh pada tanggal 14, hari itu dinamakan Valentine’s Day (V’ Day) alias hari kasih sayang. Saking keramatnya, penyambutan datangnya V’ Day dirayakan di seluruh pelosok dunia yang di dalamnya ada mahluk imut sejenis ABG. Dahsyat banget khan? Penyambutan momen spesial ini kerasa banget saat para pelaku bisnis nggak mau melewatkan kesempatan ini untuk memasarkan produk mereka. Walhasil, warna pink alias merah muda mendominasi hiasan di mall-mall, toko, dan pusat perbelanjaan. Dengan label love bin cinta van asmara remaja digiring untuk mengkonsumsi produk mereka yang variatif. Berbagai pernak-pernik pink udah nongkrong jauh-jauh hari di etalase. Ada kaos ketat, cardigan, bando, ikat rambut, jepit rambut, kartu, coklat, bunga, boneka, bantal, hingga CD.            
Maraknya penyambutan V’ Day ini juga dimeriahkan oleh kehidupan layar kaca. Berbagai program penyedot iklan ditayangkan untuk merebut perhatian pemirsa. Katanya aneh kalo ada remaja yang nggak ngeh ama momen spesial ini. Kalo pun ada, mereka layak digelari PEJABAT alias Pemuda Jaman Batu . Gitu ya?            
           
Sebagai remaja muslim, kamu udah tahu belum the real story di balik V’ Day? Kalo belum, nih kita kasih tahu, tapi sebelumnya coba tegakkan badan kamu, trus tarik napas dalam-dalam lalu hembuskan secara perlahan. Gimana? Udah fresh? Kalo gitu kita lanjut lagi, OK !!  

CERITA DI BALIK VALENTINE’S DAY
Ada 3 versi tentang Valentine dalam Ensiklopedia Katolik, versi terkenal adalah kisah pendeta St. Valentine yang hidup di akhir abad 3 M di zaman raja Romawi Claudius II. Pada tanggal 14 Februari 270 M, Claudius II menghukum Mati St. Valentine karena mengajak manusia kepada agama Nasrani.            

Dalam versi kedua, Claudius melihat bujangan lebih tabah dan patuh untuk pergi berperang dibanding yang udah married. Maka dia ngeluarin perintah yang melarang pernikahan. Tetapi St. Valentine mengadakan pernikahan di gereja dengan sembunyi-sembunyi sampe akhirnya ketahuan dan dipenjarakan. Dalam penjara, dia berkenalan dengan putri seorang penjaga yang sakit. Ia mengobatinya hingga sembuh dan jatuh cinta padanya. Sebelum dihukum mati ia mengirim kartu yang bertuliskan “Dari yang tulus cintanya, Valentine”. 

Versi ketiga menyebutkan di salah satu desa di Eropa terdapat sebuah tradisi Romawi yang menarik perhatian para pendeta. Para pemuda desa selalu berkumpul tiap pertengahan bulan Februari. Mereka menulis nama-nama gadis desa dan meletakkannya di dalam sebuah kotak. Setiap pemuda mengambil salah satu nama dari kotak tersebut. Gadis yang namanya keluar akan menjadi kekasihnya sepanjang tahun. Ia juga mengirimkan kartu yang bertuliskan “Dengan nama Tuhan Ibu, saya kirimkan kepadamu kartu ini”. Akibat sulitnya menghilangkan tradisi Romawi itu maka kalimat “Dengan nama Tuhan Ibu” diganti dengan kalimat “Dengan nama Pdt. Valentine” sehingga para pendeta dapat mengikat pemuda tersebut dengan agama nasrani. Bahkan saat ini beredar kartu-kartu perayan keagamaan ini dengan gambar anak kecil dengan dua sayap terbang (Cupid) mengitari gambar hati sambil mengarahkan anak panah ke arah hati yang sebenarnya itu merupakan lambang Tuhan cinta bagi orang Romawi. 

BE MY VALENTINE? NO!!!            
Begitu banyak versi mengenai sejarah V’ Day, tapi yang pasti itu adalah budaya non-Islam yang sudah menjadi tradisi mereka. V’ Day yang kita tahu adalah sebuah contoh westernisasi yang nyata. Bermula dari pergaulan bebas remaja Eropa yang gandrung akan kebebasan dalam segala hal termasuk dalam bergaul dengan lawan jenis. Tanggal 14 Februari dipilih untuk merayakan kebebasan “berkasih sayang” itu. Pada hari itu pria dan wanita harus menunjukkan rasa cintanya kepada pasangannya, walau pembuktian cinta itu berarti harus disentuh, bahkan ada yang sampai “kejadian” (Apa itu kejadian? Ya pikir sendiri!). Jika seorang gadis tidak tidak mau “berkorban” maka cintanya akan diragukan oleh pasangannya.

 V’ Day juga identik dengan cokelat. Apa hubungannya? Ternyata secara medis, cokelat dapat meningkatkan kerja hormon seks sehingga jika makan cokelat gejolak seks akan meningkat pula. Itulah sebabnya kenapa pria selalu membeikan cokelat pada pasangannya saat V’ Day.. ini bukan sekedar teori aja lo, tapi ini sudah dibukti secara ilmiah.

Tradisi V’ Day yang jelas-jelas negatif ini masih terus berlangsung hingga saat ini. Dalam teori komunikasi massa, ada istilah efek penanaman. Yaitu efek yang membuat orang meyakini sesuatu yang sering dipublikasikan meski itu salah. Contohnya V’ Day yang digembar-gemborkan secara “istiqomah” dengan sangat gencar dan terus menerus disuarakan sehingga orang menganggapnya benar dan dilegalkan.

Nah, kita yang udah tahu sejarah aslinya, yang mengaku sebagai muslim ini, apa masih ingin ikut tradisi gila-gilaan itu? Untuk sahabat-sahabat yang saat ini sedang menjalin hubungan asmara, khususnya wanita, coba renungkan sebentar : Benarkah seseorang benar-benar cinta padamu, jika atas nama cinta ia tega merusak masa depanmu? Siapa yang ngejamin dia pasti bertanggung jawab? Siapa pula yang tahu pasti apakah esok ia masih bersamamu?

INGAT BAIK-BAIK, ustadz Shofwan Al Banna pernah mengatakan, “Hanya ada dua jenis orang yang merayakan Valentine’s Day yaitu : Kapitalis yang keji dan orang bodoh yang tertindas”.        

BELAJAR TENTANG CINTA SEJATI  
Ingin kukatakan
Arti cinta kepadamu dinda
Agar kau mengerti arti sesungguhnya
Tak akan terlena dan terbawa
Harumnya bunga asmara
Yang akan membuat dirimu sengsara
(Snada : Arti Cinta)              

Dalam dunia remaja yang penuh warna itu, terdapat banyak sekali godaan. Godaan itu akan berakibat fatal jika tidak ditangani dengan tepat. Walaupun kelihatannya sederhana, tapi nggak gampang lho. Bisa jadi saat ini kamu udah punya cita-cita, tapi berantakan gara-gara tidak sanggup menahan godaan gejolak remaja. Ini bener. Bukannya bermaksud nakut-nakuti kamu. Banyak remaja yang sebenarnya punya cita-cita tinggi, tapi kandas di tengah jalan. Bahkan dia berani membuang dan melupakan cita-citanya. Apa sih godaan itu, kok kelihatannya serem amat sih!
Kamu mau tahu?            

Baik, kita lanjutin, ya…            
Kamu mau tahu jawabannya? Tapi janji ya, kamu mesti percaya. Sebelum kamu membantah jawaban ini nanti, kamu kudu dikasi tahu, bahwa jawaban ini telah diuji melalui penelitian yang valid. Yang meneliti orang luar negeri lagi, gelarnya aja Doktor dan dia pakar psikologi. Jadi, ndak sembarangan!  

Inilah jawabannya: PACARAN! (Ssst…… Jangan keras-keras)             

Sebenarnya selain pacaran, masih ada godaan lain, tapi itulah yang terdahsyat. Kita patut bersedih ketika cinta selalu dikaitkan dengan seks dan pacaran. Betapa arti cinta telah berubah drastis. Syaithan telah mencemarkan nama baik cinta seperti yang digambarkan oleh dr. Ali Akbar bahwa perkataan seoang pemuda, “Aku mencintaimu…” sesungguhnya berbunyi, “Aku ingin berzina denganmu…”.              

Hal itu membuat sebuah fragmen menyejarah seorang Arab gunung yang bertanya tentang hari kiamat kembali hadir dalam memori. “Bilakah datangnya kiamat ya Rasulullah?” tanyanya. “Apa yang sudah kau siapkan untuk menyambutnya?” sang Rasul balik bertanya. “Cinta kepada Allah dan Rasul- Nya”. Jawabannya sepolos fitrah. “Engkau akan bersama dengan yang engkau cintai…”. Ah, betapa melegakan.     

SEBUAH RENUNGAN UNTUKMU WAHAI SAUDARAKU.
Saudara-saudariku fillah. Coba sekali lagi tadabburi firman Allah SWT ini, “Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak mengetahui tentang hal itu. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya dimintai pertanggung jawaban.” (QS. Al-Isra’ : 36)            

Kalau kita udah tahu, apa masih mau ikut? Udah saatnya kita berani me-reject tren remaja yang berkiblat gaya hidup orang barat yang jelas-jelas jahili. Emang sulit menjadi muslim sejati yang mengikuti aturan Islam dengan kaffah. Karena itulah Allah memberi “Mega Bonus Pahala” bagi hamba-Nya yang istiqomah. “Orang yang konsisten berpegang pada agama dan sunnahku di zaman penuh kemungkaran bagaikan memegang bara api. Siapa yang melaksanakan sunnahku pada saat yang demikian itu, pahalanya senilai 50 orang dari kalian (sahabat).” (HR. Ahmad dan Abu Daud).            

Emangnya kita mau dibangkitkan di hari akhir dari golongan bukan Islam dan tidak diakui Nabi Muhammad SAW sebagai umatnya, hanya gara-gara ikut-ikutan lifestyle non muslim? Ih, na’udzubillah deh!!            

Kalau kita udah yakin ama Islam. Nggak usah malu bin sungkan nunjukin identitas kita. Nggak ada acara kasih kartu, sms, mms atau ems, ucapan met V’ Day, tuker-tukeran guling eh kado atau hadir dalam perayaan V’ Day serta nerima apapun untuk memperingati walau dengan alasan sikap toleran.            

Memang kita harus tasamuh (toleran), tapi ingat TOLERANSI BUKAN BERARTI PARTISIPASI. Cukup Allah yang kita harap ridho-Nya. Lebih baik kita temukan berbagai kenikmatan dengan memperdalam Islam. Dengan begitu Insya Allah, impian menjadi penghuni Syurga bakal terwujud.              

(buat seluruh remaja & pelajar muslim : Remember Allah every time. Especially for all ADS: Jihad is still going on. Keep in ukhuwah & da’wah !!!).

NB: Ini file lama. Makalah saya yang dulu udah dibawa ke mana-mana, ngisi talk-show atau kajian ttg tema V-Day ke berbagai sekolah dan remaja masjid.. (modal satu makalah ini aja )

2 komentar: