Sumber: Harian Medan Bisnis Edisi Minggu, 5 Desember 2010
Persembahan Istimewa untuk Istriku
http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2010/12/05/10433/parade_puisi/
Kepada Perempuan Bermata Teduh
: Endhika Sri Syahfitri
Dulu aku tak pernah menyangka
bahwa rumah sederhanamulah yang kuketuk pintunya
untuk menjemput puterinya mengayuh biduk bersama
Siapa kira kita memagut janji sehidup semati
Bila perkenalan kita saja cuma sepuluh hari?
Dikarenakan pelangi yang memancar teduh dari matamu
Purnama pecah di dadaku
Sepertinya rindu sudah bertemu hulu
Kalau sudah begitu, buat apa lagi memintal ragu?
Bukankah degup cinta kini telah begitu syahdu?
Pada teduh matamu cahaya bening berpendar-pendar
Seolah mendesakku segera berlayar
Sebab samudera ini terlalu badai
Untuk kau lalui hingga sampai
Di tujuan paling damai
Banda Aceh, Awal November 2010
Dalam Sebuah Penantian
: Endhika Sri Syahfitri
Malam itu rembulan tersedu-sedu
Kupu-kupu pun ikut menemani piluku
yang menderaikan airmata rindu
Sayap-sayapnya berguguran
Bersama embun yang dirajut sendu
Di tepi doa, serunai rindu melompati momentum
Hingga sesungging senyum menguntum
Sambil menangis, kukutipi kamboja yang menguning
Untuk menggenapi hening
Lalu langit terjungkal, redupnya berganti cahaya
Sampai gulita diusir fajar
Di penghujung doa, jalan-jalan terbentang terang
Mungkin ini jawaban Tuhan
Banda Aceh, 17 November 2010
Mengeja Rindu
: Endhika Sri Syahfitri
Aku masih belajar mengeja rindu
yang kau lukis pada kanvas hatiku
pada detik-detik mengharubiru
kala itu purnama belum begitu purna kita tembangkan
tapi ketika kulayarkan perahu pada sungai matamu
kulihat ada gundah yang mengombak pilu
memercik-mercik hendak mendendang lagu syahdu
tentang pertautan dua kalbu
lalu kau datang membawa hujan di tangan
dan membalurinya pada jiwaku yang kesepian
seolah inilah muara dari resah perjalanan
di dedaunan yang beradu, pandangan kita bertemu
lalu kau menelusup di lesatan waktu
dan diam-diam setunas cinta tumbuh di hatiku
Banda Aceh, 10 November 2010
Riwayat Sepasang Pengantin
: Endhika Sri Syahfitri
Bagaimana hendak menceritakannya
Sementara kisah kita belum dimulai?
Halaman pertama saja belum lagi ditulis
Baiklah, kalau begitu kita ukir saja dulu bismillah
Setelah akad terucap nanti
Ada baiknya kita pahat prolog romantik
Di pinggiran kota yang agak sepi
Sambil sesekali menyeruput rosella pagi
Tentu saja leadnya harus menarik
Meski kau bukan pemuisi yang hobi bergulat syair
Tapi biarlah bab-bab awal ini jadi lebih eksentrik
Dalam bulan madu di putihnya pantai berpasir
Mungkin nanti di tengah cerita
Kita tetap harus menabur konflik
Kau cemburu, lalu aku curiga
Ditambah marah-marah dan sedikit buruk sangka
Supaya alurnya novel ini tetap terjaga
Sampai nanti kita menemukan klimaks
Rumah kita dirintiki sakinah
Karena di matamu sabar dan syukur menelaga
Hingga kisah kita berakhir seperti dongeng Cinderella
: dan merekapun hidup bahagia selamanya
Sampai kelak -- insya Allah - menginjak syurga
Subhanallah..!
BalasHapusgreat!
"dan merekapun hidup bahagia selamanya
Sampai kelak -- insya Allah - menginjak syurga"-->> Amiiin... I pray for u n ur wife akh.
subhanallah....barakallahufikum.
BalasHapusSyukran, Ukht.. ^_^
BalasHapusWish u get better journey in His blessing..
makasi atas semua support dan do'anya, Sarah..
BalasHapussuka yang terakhir lha, bang..
BalasHapussweet..........^^
titip salam untuk kakaknya ya..
ehm..............
BalasHapusmenyejukkan sekali^___^
tunggu aja tanggal mainnya.heheheh...
lanjutkan pak ustadz...
makin mantap aja nampaknya.
hehe.. makasi, Iin ^_^
BalasHapusInsya Allah ntar salamnya disampein..
*agak kecewa mp-ers Medan dikit yg dateng*
tanggal main apa yg ditunggu nih, Lu? :D
BalasHapusaihh..
BalasHapushontou gomenasai, senpai
ada kegiatan di kampus jugak itu iin n nurul
kalo si yuli lagi ujian mentoring katanya
maaph
maaph
tapi mudah2an doanya nyampe ya...^^
Puisi yang indah ... *hope my husband can do it for me... but...* hahaha :-D
BalasHapushehe.. makanya mbak, suaminya diajak ikutan kajian di FLP :)
BalasHapusini, subhanallah..
BalasHapusSUBHANALLAH..
--sebelumnya, maaf telat sangat--
barakallahu lakuma wa baraka 'alaykuma wa jama'a baynakuma fii khayr.. aamiin Yaa Mujiib.
rasa bahagia ka roby dan sang istri tercinta saya rasakan(tidak akan bisa sepenuhnya memang, bahkan sepertiganya saja mungkin tidak, heheh), saat saya membaca kumpulan puisi di atas.. puisi tentang bidadarinya ka roby, fiddunya, wal aakhirah.
ouw, subhanallah.. Ka Endhika Sri Syahfitri, ngempi juga ga ka?
kalau iya, mau dong id-nya :D
kalau tidak, nitip salam untuk beliau...
tulisannya keren2 ka, subhanallah.. FLP mantap :)