Jumat, 21 Januari 2011

Gara-Gara Facebook (Kisah-Kisah Seru Para Facebooker)

Rating:★★
Category:Books
Genre: Nonfiction
Author:Facebooker
Facebook. Ya, siapa tak kenal jejaring sosial belambang huruf “f” ini? Hampir semua orang mengenal dan memiliki akun di facebook. Sebenarnya, jejaring sosial yang lahir dari rahim kreativitas Mark Zuckenberg ini telah go public sejak tahun 2004. Namun boomingnya di Indonesia baru terjadi pada tahun 2009. Apalagi setelah tahun 2010 kemarin, sebagian ulama dan kelompok santri sempat memfatwakan haramnya menggunakan facebook. Tentu saja publik semakin heboh dan penasaran. Bahkan, orang-orang tua yang awalnya 100% gaptek dan nggak pernah ngeh dengan kemajuan teknologi pun kemudian berbondong-bondong membuat akun.

Pengguna facebook semakin membludak sebab mereka diberi kemudahan untuk mengaksesnya. Tidak perlu harus punya laptop atau pc untuk menikmati fasilitas-fasilitasnya, tapi cukup dengan ponsel saja pun sudah bisa. Akhirnya, tak hanya anak muda perkotaan saja yang asyik berfacebook ria namun juga anak-anak yang tinggal di daerah pedesaan. Efeknya, sekarang facebook telah berpenghuni lebih dari 200 juta jiwa.

Facebook kemudian menjadi lahan bisnis sebab ia tempat promosi yang massif. Facebook juga menjadi tempat orang mencari pekerjaan, mencari jodoh, mendapatkan hikmah dari status atau catatan yang berisi perenungan atau nasehat spiritual. Dan yang pasti, facebook merupakan sarana untuk mencari teman lama yang sudah sekian tahun tidak bersua. Sungguh facebook membawa berkah.

Akan tetapi, teknologi memang ibarat pisau. Ia bermata dua. Ada yang tajam, ada yang tumpul. Bagian yang tajamnya bisa digunakan untuk memotong sayuran atau daging untuk makanan, namun bisa juga untuk menodong atau membunuh manusia. Facebook pun demikian. Orang-orang yang lemah iman lantas menyalahgunakannya. Berbagai tindak kriminal terjadi.

Ada pula yang mengganggap facebook bak buah simalakama, senjata makan tuan. Ada murid yang dipecat dari sekolah, ada karyawan yang dipecat dari perusahaan, ada napi buronan yang kembali tertangkap, ada suami yang ketahuan selingkuh dan macam-macam lagi.

Nah, buku “Gara-Gara Facebook” terbitan Leutika ini menyingkap tabirnya. Bermacam akibat, baik positif maupun negatif, terangkum dalam buku yang ditulis hampir 30 kontributor ini. Mulai yang lucu-lucu sampai yang mempengaruhi kehidupan sosial-politik ada di buku ini. Buku yang sampulnya berwarna biru dan bergambar tampak belakang seorang bayi yang mengikat kepalanya ini telah memasuki cetakan keduanya pada Maret 2010.

Secara umum, buku ini sangat recommended untuk dibaca dan dimiliki. Sayangnya, ada beberapa hal yang menurut saya membuat ini belum menjadi perfect. Pertama, kurangnya pengeditan tulisan yang rata-rata ditulis oleh penulis pemula. Dan kedua, adanya tulisan yang diambil bulat-bulat dari situs dan blog berita di internet seperti detik.com, kompas.com dan kilasberita.com.

Begitupun, ini sudah merupakan sumbangsih bagi penyadaran masyarakat untuk berinternet secara sehat dan cerdas. Bacalah dan milikilah. Agar kita khususnya pengguna facebook menyadari baik-buruknya jejaring sosial ini. Bahwa selain ada peluang kebaikan, ada pula bahaya yang mengancam.

Judul Buku : Gara-Gara Facebook
Penulis : Adrian A. Pradana, dkk
Penerbit : Leutika Publisher
Cetakan : ke-2, Maret 2010

Peresensi adalah Koordinator Leutika Reading Society Banda Aceh

Oyako No Hanashi (Mom vs Kids @Japan)

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Biographies & Memoirs
Author:Aan Wulandari
“Ma, tadi Shofie nggak nangis, selama ditinggal Mama lho,” kata Syafiq.
“Oh ya?” kata Mama senang.
“Tahu nggak kenapa?”
“Nggak ….”
“Karena nggak ada yang marah-marah.”

***
“Enak mana, kereta Indonesia atau kereta Jepang?”
“Enak kereta Indonesia. Yang jualan banyak. Syafiq bisa jajan deh ….”

***
Oyako no Hanashi, sebuah kalimat bahasa Jepang yang mempunyai arti cerita antara orang tua dan anak-anaknya. Dan, cerita seperti itulah yang terdapat dalam buku ini. Kisah antara ibu dan anak yang terjadi ketika keluarga ini tinggal di Jepang selama tiga tahun dan ketika mereka telah kembali lagi ke Indonesia.

Banyak kisah seru, inspiratif, juga lucu, di antara Aan Wulandari-sang penulis- dan kedua anaknya. Terutama, celotehan mereka yang sangat polos, lucu, dan kadang menyentil kita sebagai orang tua.

Kisah ini bermula dengan rencana Abah mau berangkat ke Jepang, Mama yang Heboh, Syafiq yang lugu dan polos, serta Sofie yang suka ngikutin abangnya. Ada saja tingkahnya yang bikin kita tertawa geli.

"Ituuu buat percobaan, perawan apa enggak..."
Hah? Syafiq yang anak SD mau bikin percobaan perawan apa enggak?
Gubraks banget kan?
Atau Sofie yang seragam sholatnya meliputi juga kain popok! Hehe..
Atau Mama yang suka panik sendiri...
Atau Abah yang ngasih trivia buat anaknya yang SD "Berapa besar masa proton?"

Buku ini, bagi saya, sungguh mengasyikkan. Apalagi bagi yang pernah tinggal di Jepang atau –setidaknya- bercita-cita menetap atau jalan-jalan ke sana. Buku ini segar dan menghibur, Dan yang membuat kita benar-benar mencerap hikmah adalah karena kelucuannya itu natural, alami, tanpa dibuat-buat.

Meskipun beberapa cerita sungguh-sungguh meledakkan tawa, jarang sekali kita temukan kata -hihihi atau -hahaha di akhir kalimat/alinea/cerita yang mengesankan si penulis menertawakan leluconnya sendiri dan tidak menyisakan untuk pembaca yang dapat berpotensi mengerutkan kening.
Selain itu, kita juga dapat mengambil banyak pelajaran dari kisah Mbak Aan ini. Salah satunya adalah agar belajar menjaga lisan agar kelak tak asal bicara saja ketika sudah menjadi orangtua (mempunyai anak). Kalau sekarang masih bujangan, atau sudah menikah namun belum dikaruniai buah hati, mulailah belajar hal-hal kecil dan sederhana. Saya betul-betul ngakak karena ucapan Syafiq, "Nambah EMPAT KALI lho, Ma." Mudah-mudahan kita nanti tak asal memberi nasehat buat anak kita.
Secara pribadi, saya memberi empat bintang untuk buku ini. Bahkan rencananya lima bintang. Namun, karena saya menemukan sedikit yang mengganjal, nggak jadi deh :D. Yang mengganjal itu sepele saja mungkin, yaitu sub judul yang ada di cover. Mom vs Kids @ Japan. Pertama, kesannya buku ini bercerita tentang “pertarungan” antara ibu dan anak gara-gara adanya kata “versus”. Kedua, kesannya semua kisah terjadi di Jepang karena ada @Japan. Padahal kisah yang benar-benar terjadi di Jepang sangat sedikit sekali dari keseluruhan konten, jadi pembaca bisa-bisa agak terkecoh. Sebab yang lebih banyak ditampilkan adalah culture-shock¬-nya Syafiq dan Sofie saat kembali ke Indonesia. Namun, hal itu tidak mengurang taste buku ini, karena ke-Jepang-annya sesungguhnya tetap terjaga dan terasa hingga halaman terakhir. Selamat membaca! ^_^

Judul Buku : Oyako No Hanashi
Penulis : Aan Wulandari
Penerbit : Leutika Publisher
Cetakan : Pertama, Juli 2010

*NB: Sebagian konten review ini dikutip dari http://orinkeren.multiply.com/reviews/item/16/ dan goodreads-nya Mbak Rinurbad yang juga memberi endorsement di buku ini.

Peresensi adalah Koordinator Leutika Reading Society Banda Aceh

Senin, 03 Januari 2011

INFORMASI DPO PENIPUAN: DICARI ARIS KRISTIANTO!

Astagfirullah...
URGENT & PENTING !
Informasi ini HARUS saya SEBAR untuk MENGHENTIKAN/MENGURANGI KORBAN Penipuan dari Oknum yang TIDAK BERTANGGUNG JAWAB DAN TELAH MERUGIKAN Puluhan Orang, MERUSAK KELUARGA ORANG, MENGHANCURKAN DAN MEMBUAT MALU KELUARGA dengan Nilai Ratusan Juta Rupiah, termasuk saya....

DPO karena Menipu/Manipulasi/Menjual Nama Saya Orang yang bernama ARIS KRISTIANTO (profil ada di fesbuknya), asal : Aceh, domisili medan..... dengan modus :
1. investasi usaha dengan margin yg besar dan menguntungkan,
2. orang tua sakit,
3. anak/istri sakit,
4. menjual nama saya (syahrul komara) atau bisnis saya,
5. menjual nama partai da'wah/mengaku kader
6. dana awal tender/proyek ...

Orang berpenampilan menarik,usia 23-25 th, tinggi 178-180 cm, hitam manis,wajah arab/aceh, rambut ikal pendek,dan mampu meyakinkan org. Saat ini istri & anaknya (yang berumur 2 bulanan) serta ibunya yang sudah tua dan tinggal sendiri ditinggalkan dan menanggung semua akibat perbuatannya. AGAR REKAN-REKAN & SAUDARAKU TIDAK TERTIPU & MENJADI KORBAN SELANJUTNYA..

MOHON AGAR BERHATI-HATI TDK LANGSUNG IBA & PERCAYA (karena yang bersangkutan sendiri telah TEGA MENJUAL IBUnya, Berbohong pada Orang Tua Angkat yang telah Mengangkat dan membesarkan serta membiayai kehidupannya, meninggalkan Anak & Istrinya, Membohongi Mertuanya,dan merusak ikhwan/akhwat yg lugu, ikhlas  dan telah memberikan / berniat membantu MALAH diZHALIMI)

Mohon dapat diinformasikan bila ada yang melihat keberadaannya karena sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan pencarian orang-orang terzhalimi serta sudah diserahkan keluarganya untuk diproses secara hukum. Semoga bermanfaat. Astagfirullah.

 Cp. syahrul komara 081397242401

Sumber: Note FB Syahrul Komara http://www.facebook.com/profile.php?id=1415617729#!/note.php?note_id=475470273402

NB: Saya sendiri merupakan korban, dengan nilai 25 juta rupiah ketika saya akan menikah dan memulai hidup berumahtangga. Malangnya, 20 jutanya adalah uang teman-teman yang saya ajak ikut. Dan saya tetap harus mengganti semuanya.

Buronan ini pernah dua kali ditangkap tapi dua kali kabur/melarikan diri. Dia pernah aktif di Moslem Youth Club Medan, Rumah Zakat Indonesia di Batam, Arminareka (Biro Haji) dan manager tim nasyid Maidany. Berhati-hatilah, sebab ia memanfaat semua predikat ini untuk menipu. Bahkan ada yang sampai ditipu 300 juta rupiah.

Foto ybs (Aris Kristianto) yang berdiri paling depan.