| Rating: | ★★ |
| Category: | Books |
| Genre: | Nonfiction |
| Author: | Facebooker |
Pengguna facebook semakin membludak sebab mereka diberi kemudahan untuk mengaksesnya. Tidak perlu harus punya laptop atau pc untuk menikmati fasilitas-fasilitasnya, tapi cukup dengan ponsel saja pun sudah bisa. Akhirnya, tak hanya anak muda perkotaan saja yang asyik berfacebook ria namun juga anak-anak yang tinggal di daerah pedesaan. Efeknya, sekarang facebook telah berpenghuni lebih dari 200 juta jiwa.
Facebook kemudian menjadi lahan bisnis sebab ia tempat promosi yang massif. Facebook juga menjadi tempat orang mencari pekerjaan, mencari jodoh, mendapatkan hikmah dari status atau catatan yang berisi perenungan atau nasehat spiritual. Dan yang pasti, facebook merupakan sarana untuk mencari teman lama yang sudah sekian tahun tidak bersua. Sungguh facebook membawa berkah.
Akan tetapi, teknologi memang ibarat pisau. Ia bermata dua. Ada yang tajam, ada yang tumpul. Bagian yang tajamnya bisa digunakan untuk memotong sayuran atau daging untuk makanan, namun bisa juga untuk menodong atau membunuh manusia. Facebook pun demikian. Orang-orang yang lemah iman lantas menyalahgunakannya. Berbagai tindak kriminal terjadi.
Ada pula yang mengganggap facebook bak buah simalakama, senjata makan tuan. Ada murid yang dipecat dari sekolah, ada karyawan yang dipecat dari perusahaan, ada napi buronan yang kembali tertangkap, ada suami yang ketahuan selingkuh dan macam-macam lagi.
Nah, buku “Gara-Gara Facebook” terbitan Leutika ini menyingkap tabirnya. Bermacam akibat, baik positif maupun negatif, terangkum dalam buku yang ditulis hampir 30 kontributor ini. Mulai yang lucu-lucu sampai yang mempengaruhi kehidupan sosial-politik ada di buku ini. Buku yang sampulnya berwarna biru dan bergambar tampak belakang seorang bayi yang mengikat kepalanya ini telah memasuki cetakan keduanya pada Maret 2010.
Secara umum, buku ini sangat recommended untuk dibaca dan dimiliki. Sayangnya, ada beberapa hal yang menurut saya membuat ini belum menjadi perfect. Pertama, kurangnya pengeditan tulisan yang rata-rata ditulis oleh penulis pemula. Dan kedua, adanya tulisan yang diambil bulat-bulat dari situs dan blog berita di internet seperti detik.com, kompas.com dan kilasberita.com.
Begitupun, ini sudah merupakan sumbangsih bagi penyadaran masyarakat untuk berinternet secara sehat dan cerdas. Bacalah dan milikilah. Agar kita khususnya pengguna facebook menyadari baik-buruknya jejaring sosial ini. Bahwa selain ada peluang kebaikan, ada pula bahaya yang mengancam.
Judul Buku : Gara-Gara Facebook
Penulis : Adrian A. Pradana, dkk
Penerbit : Leutika Publisher
Cetakan : ke-2, Maret 2010
Peresensi adalah Koordinator Leutika Reading Society Banda Aceh