Oleh: Ust. Abdul Latif Khan
Sebenarnya secara halus, syetan meninabobokanmu dengan alunan nasyid kecintaan. Kau tetap di jalan dakwah. Kaulah sejatinya pelaku dakwah. Tapi secara dini ia telah menghancurkan masa depan rumah dakwahmu, di mana ia mengajakmu menghalalkan "pemberontakan kecilmu" pada saudaramu. Dalih yang selalu diajarkan padamu adalah "Apakah yang dilakukan adalah kesalahan?", "Kenapa harus selalu dibatasi?"
Keluhanmu dan kekhawatiranmu tentang jodohmu menandakan bahwa engkau belum mengamalkan keimananmu pada taqdir Tuhanmu. Saat secara teori kau telah tahu bahwa itu rahasia Tuhanmu, lantas kenapa kau berkeluh kesah sembari membocorkan rahasia itu pada makhluq-Nya?
Janganlah menuduh saudaramu saat ia sebenarnya menginginkan agar kau tidak mendirikan sekedar sebuah rumah tangga, tapi rumah dakwah, rumah tarbiyah, rumah ibadah, rumah cintamu kau bangun di atas cintamu pada Rabbmu. Walau saudaramu sebenarnya hanya harus membantumu untuk memilih mereka yang berkarakter Islam shalih, tidak lebih.
Wallahu a'lam