Janji Lelaki Sunyi
Oleh: Anugrah Roby Syahputra
tatapan mata kita yang syahdu berpagut
jadi nafas satu denyut
lalu bincang-bincang kita mengalir
dari soal harga cabe yang naik
sampai pilkada yang kabarnya dimeriahkan money politics
dan tiba-tiba hujan merintik meningkahi percakapan kita
aku diam sejenak. begitupun kau.
tapi tak cuma sampai di situ
kau lalu tuangkan secangkir kopi panas
yang kauracik dari bubuk yang kubawa sebagai oleh-oleh dari Simpang Tujuh Ulee Kareng
harumnya yang sedap membuat kita kembali bersemangat
dan pembicaraan kita semakin hangat
namun aku harus jujur
bahwa tak semua yang kauminta slalu bisa aku penuhi
hatiku seolah tak sudi
lidahku pun kelu untuk bersaksi
bukan tipeku mudah ingkari
ah, biarlah kau kecewa padaku semenit-dua menit
asal kau tahu bahwa janji itu pasti kutepati