Selasa, 02 Februari 2010

Kau mengatakan, "Dalam tiap takdir kesalahanmu, aku senantiasa berharap takdir kemaafanku mengiringinya." Kujawab lirih, "Dalam tiap takdir kejatuhanmu, semoga tertakdir pula uluran tanganku." Maka kitapun bersenandung, "Dalam takdir ukhuwah kita, semoga terbangun kokoh menara cahaya, tempat kita bercengkrama, kelak di surga." (Salim A. Fillah, Dalam Dekapan Ukhuwah)

4 komentar: