Puisi (kalau boleh disebut begitu) yang ditulis awal April 2006, saat baru mulai belajar menulis puisi. Saat saya masih mengutamakan etika (idealisme) ketimbang (bahkan meminggirkan) estetika. Namun ajaibnya, puisi ini dimuat di bulan Juli 2010. Empat tahun sesudahnya
Sepi di Juli
Juli ini disapa sepi
Sunyi tak berbunyi
Meski cuma dendang kecapi
Teman-teman semua pergi
Ke kampung halaman kembali
Meninggalkanku sendiri
Di sini, pintu selalu terkunci
Agar hatiku bisa meresapi
Pesan bijak abi dan ummi
Dalam menit-menit semedi
Elegi Akhir Hayat
Ketika kulihat matahari
Bersinar terang di langit September
Kutahu Kau ada
Ketika kudengar nyanyian pipit
Di atas hijau pepohonan
Kutahu Kau ada
Ketika kurasa gurihnya ayam bakar
Di restoran pinggir jalan
Kutahu Kau ada
Ketika kuhirup udara segar terakhir
Di penghujung biografiku
Aku juga tahu bahwa Kau ada
Tapi mengapa aku tak faham
Menutup kisah dengan cemerlang
Aku tak pernah ingat
Tentang satu kata ajaib itu : taubat!
Di Balik Diorama
Di balik diorama
Yang tersangkut dekat jendela
Terdengar alunan irama
Tentang cerita-cerita lama
Kisah-kisah kita
Satu per satu berbuah duka
Membulirkan air mata
Yang terurai tanpa kata
Ibarat laut enggan berombak
Akibat penuh dengan keladak
Di balik diorama
Hanya tinggal sebuah nama
Yang kan kukenang selamanya
Purnama di Jembatan Rindu
Lorong-lorong jiwa
Berhias seribu purnama
Bermimpi tentang bidadari
Yang tak henti membayang diri
Lalu aku mengatur rencana
Menyeret langkah nurani
Menyusuri pintu hati
Siapa sangka ada wajah sendu
Duduk termangu di jembatan rindu
Menyanyikan sajak pilu
Istana Tanpa Zikir
Ada suara dari dalamnya
Terasa lebih mesra dari rayap yang
Lalu tenggelam dalam kubangan dosa
Setiap setan diundang ke sana
Naik ke lantai tiga
Menyanyikan lagu neraka
Aku ke sana dengan berani
Menawarkan sebiji sawi
Kehidupan yang hakiki
Tapi aku diusri pergi
: jangan ceramah di sini!
bagus puisinya..ikut lomba puisi aja yg diadakan Mpers..dlm rangka menyambut bulan ramadhan...
BalasHapuskereeeeeeeeeeeeeeeeeeennn....bagus nih puisinya d^_^b
BalasHapus*akhirnya di posting juga :D
hmm..saya ga tau infonya.
BalasHapusboleh minta link-nya?
syukran be4hand..
alhamdulillah..
BalasHapusiya, mbak. nggak enak membiarkan ada yang penasaran :p
huehehhehe...akhirnya ga penasaran lagi :p
BalasHapusAyooooooo...bikin puisi lagiiii...!!! :D
Bg bibry, coba buka contact zr. Di situ ada yg nama'a anti mei. Sama beliau ada link ttg lomba puisi ramadhan..
BalasHapus:-)
Di postinganku ada...
BalasHapusMakasi ya Adoe meutuwwah.. :)
BalasHapusIya, Mbak. Makasi banyak ya.
BalasHapus*segera ke TKP*
sebenarnya lagi fokus ke yang lain, Mbak..
BalasHapustapi puisi pun Insya Allah tak akan ditinggalkan.. :)
Seeep.. ;)
BalasHapussuka bait ini.
BalasHapusterima kasih.. ^_^
BalasHapussetelah saya pikir2, puisi ini bergaya puisi lama
Sangat Melayu sekali dengan pemaksaan rima berakhiran "i", hihi.. :D