Selasa, 27 Juli 2010

(Puisi) Sepi di Juli, dkk

Ini dia puisi yang ditagih-tagih sama Mbak Suly dan Mbak "Biru"..
Puisi (kalau boleh disebut begitu) yang ditulis awal April 2006, saat baru mulai belajar menulis puisi. Saat saya masih mengutamakan etika (idealisme) ketimbang (bahkan meminggirkan) estetika. Namun ajaibnya, puisi ini dimuat di bulan Juli 2010. Empat tahun sesudahnya . Ah, sungguh saya malu membaca karya baheula ini sekarang..  

Sepi di Juli  

Juli ini disapa sepi
Sunyi tak berbunyi
Meski cuma dendang kecapi  

Teman-teman semua pergi
Ke kampung halaman kembali
Meninggalkanku sendiri  

Di sini, pintu selalu terkunci
Agar hatiku bisa meresapi
Pesan bijak abi dan ummi
Dalam menit-menit semedi

Elegi Akhir Hayat

Ketika kulihat matahari
Bersinar terang di langit September
Kutahu Kau ada  

Ketika kudengar nyanyian pipit
Di atas hijau pepohonan
Kutahu Kau ada  

Ketika kurasa gurihnya ayam bakar
Di restoran pinggir jalan
Kutahu Kau ada  

Ketika kuhirup udara segar terakhir
Di penghujung biografiku
Aku juga tahu bahwa Kau ada  

Tapi mengapa aku tak faham
Menutup kisah dengan cemerlang
Aku tak pernah ingat
Tentang satu kata ajaib itu : taubat!  

Di Balik Diorama  

Di balik diorama
Yang tersangkut dekat jendela
Terdengar alunan irama
Tentang cerita-cerita lama  

Kisah-kisah kita
Satu per satu berbuah duka
Membulirkan air mata
Yang terurai tanpa kata  

Ibarat laut enggan berombak
Akibat penuh dengan keladak  

Di balik diorama
Hanya tinggal sebuah nama
Yang kan kukenang selamanya  

Purnama di Jembatan Rindu  

Lorong-lorong jiwa
Berhias seribu purnama
Bermimpi tentang bidadari
Yang tak henti membayang diri  

Lalu aku mengatur rencana
Menyeret langkah nurani
Menyusuri pintu hati  

Siapa sangka ada wajah sendu
Duduk termangu di jembatan rindu
Menyanyikan sajak pilu  

Istana Tanpa Zikir  

Ada suara dari dalamnya
Terasa lebih mesra dari rayap yang
Lalu tenggelam dalam kubangan dosa  

Setiap setan diundang ke sana
Naik ke lantai tiga
Menyanyikan lagu neraka  

Aku ke sana dengan berani
Menawarkan sebiji sawi
Kehidupan yang hakiki
Tapi aku diusri pergi
:  jangan ceramah di sini!  

13 komentar:

  1. bagus puisinya..ikut lomba puisi aja yg diadakan Mpers..dlm rangka menyambut bulan ramadhan...

    BalasHapus
  2. kereeeeeeeeeeeeeeeeeeennn....bagus nih puisinya d^_^b

    *akhirnya di posting juga :D

    BalasHapus
  3. hmm..saya ga tau infonya.
    boleh minta link-nya?
    syukran be4hand..

    BalasHapus
  4. alhamdulillah..

    iya, mbak. nggak enak membiarkan ada yang penasaran :p

    BalasHapus
  5. huehehhehe...akhirnya ga penasaran lagi :p

    Ayooooooo...bikin puisi lagiiii...!!! :D

    BalasHapus
  6. Bg bibry, coba buka contact zr. Di situ ada yg nama'a anti mei. Sama beliau ada link ttg lomba puisi ramadhan..
    :-)

    BalasHapus
  7. Iya, Mbak. Makasi banyak ya.
    *segera ke TKP*

    BalasHapus
  8. sebenarnya lagi fokus ke yang lain, Mbak..
    tapi puisi pun Insya Allah tak akan ditinggalkan.. :)

    BalasHapus
  9. terima kasih.. ^_^

    setelah saya pikir2, puisi ini bergaya puisi lama
    Sangat Melayu sekali dengan pemaksaan rima berakhiran "i", hihi.. :D

    BalasHapus