Ibu. Dialah manusia yang cintanya tak putus. Kata lagu-lagu yang kuhafal semasa SD dulu, kasih ibu sepanjang masa seperti matahari, sementara kasih ayah sepanjang galah yang pasti ada ujungnya.
Ibu. Kata ini sungguh menggetarkan hati. Pengorbanannya tak terhingga. Sepanjang hayat tak kan mampu kita membayar jerih ketelatenannya mengasuh dan mendidik kita, anak-anaknya, hingga menuju puncak kesuksesan. Mulai dari mengandung selama sembilan bulan, melahirkan yang mempertaruhkan nyawa, menyusui dengan ASI eksklusif selama dua tahun, menyekolahkan kita, memberi kita uang jajan sampai meminangkan seorang gadis beriman untuk kita (bagi lelaki, atau menerima pinangan seorang lelaki berakhlak menawan buat perempuan).
Ibu. Surga berada di bawah telapak kakinya. Setiap anak pasti mencintai ibunya. Alangkah janggal jika ada yang tidak menaruh hormat dan kasih mendalam kepada insan yang telah menjadi asbab kehidupannya.
Tapi tulisan ini tidak sedang ingin mengkaji lebih dalam hadits di atas. Juga tak hendak menjabarkan faedah-faedah dan cara-cara birrul walidain (berbakti pada orang tua).
Namun tulisan ini juga bukan merupakan sebuah kisah pengkhianatan. Mungkin dari judulnya, ada yang menduga bahwa goresan pena ini akan bercerita tentang kekecewaan. Bukan. Sungguh bukan. Tulisan ini hanya ingin membagi pengalaman saya yang sederhana sekaligus agak menggelikan.
Dua pekan yang lalu saya pulang kampung ke Binjai, Sumatera Utara. Tujuan utamanya sebenarnya adalah untuk mengikuti ujian seleksi Program D3 Khusus STAN. Namun, seperti biasa, misi sampingan tentu tak boleh dilewatkan. Prinsipnya, jangan sampai ada kesempatan yang disia-siakan.
Kepulangan ini juga melepas rindu saya yang tak terbendung pada keluarga: ibu, ayah (yang berdomisili di Mandailing Natal dan kebetulan sedang pulang juga) serta adik-adik (salah satunya baru saja pulang dari perantauan di bumi Sriwijaya).
Entah memang saya yang terlalu mencintai ibu saya. Entah karena keinginan untuk berbakti yang begitu kuat. Rasionalitas saya seketika hilang ketika menerima sebuah sms yang berbunyi:
"Belikan dulu Mama pulsa As 20rb di nomor baru mama. Ini nomornya 08521067xxxx. Cepat ya. Soalnya Mama ada masalah penting."
Pengirim: 08524230xxxx
Saya langsung panik. Ingin segera memenuhi seruan sederhana untuk berbakti ini. Entah karena saya yang kelelahan sebab baru saja tiba dari Banda Aceh setelah melalui perjalanan darat selama 10 jam. Saya langsung keluar. Men-starter Beat. Mencari kios pulsa terdekat.
Oh, tidak!
Semuanya tutup!
Saya harus gegas. Jangan sampai Mama kecewa.
Lalu saya menelepon Bang Rajab, seorang ikhwan yang bisnis wartel dan pulsa. Diawali dengan sedikit basa-basi menanyakan kabar, saya langsung to the point, "Bang, kirimkan pulsa 20 ribu ke nomer 08521067xxxx ya! Ntar uangnya ana ganti. Ba'da zuhur insya Allah ana silaturahim ke rumah Abang."
Lalu pulsapun terkirim.
Saya buru-buru menelepon Mama untuk memastikan pulsanya sudah masuk.
"Gimana, Ma? Udah masuk pulsanya, khan?"
"Pulsa? Pulsa apa maksudnya, By?" jawab Mama heran.
"Loh? Tadi kan Mama yang minta dikirimin pulsa di nomor baru?" saya menjawab lebih heran lagi.
Usut punya usut. Saya telah menjadi korban penipuan. Ya, penipuan yang bisa dituntut dengan Pasal 378 KUHP. Meski nominalnya cuma 20 ribu, tapi saya tertipu. Si penipu memanfaatkan kecintaan si korban kepada ibunya untuk mengeruk keuntungan. Ini modus operandi baru (setidaknya bagi saya). Walaupun mungkin juga ini hanya ulah iseng teman saya yang usil. Ckck...
Huffhh...
Mungkin saya yang terlalu ceroboh. Nomor si pengirim jelas-jelas nomor asing, bukan nomor ibu saya (baik yang Telkomsel maupun IM3), tapi saya dengan begitu mudahnya mempercayai dan meresponnya. Ah, sudahlah. Lebih baik ambil pelajaran saja. Supaya kita tidak ditipu (gara-gara) cinta ibu..
Saya ditipu oleh judul. Astaghfirullah..
BalasHapusAkh ini modus baru penipuan.teman saya pun pernah dapat. Tapi gak dihirau karena mamanya ga ngerti hp, jadi dia anggap sms nyasar.
BalasHapusuntung ga minta duit bang.C#
BalasHapuskmen jg nisa nerima sms kya gt..
BalasHapustp bilangnya temennya lg tersesaat dihutan n kcelakaan..
g mau mikir yg macem2,lgsg aj didelete smsny..
Wuah.. maafkan saya. Saya memang bermaksud menipu.. :p
BalasHapusIya. Harap kasi tau temen2 yang belum tau. Sebelum jadi korban berikutnya.
BalasHapushehe.. Iya. Mungkin dia lagi ngetes peruntungan mulai dari yg kecil2 dulu..
BalasHapusSo, waspadalah-waspadalah..
langkah yg tepat, Nis..
BalasHapuslangsung delete aja ya..
weits...awal bacanya udah mau nitikkan airmata pas baca diparagraf-paragraf trakhirnya...alahmak...
BalasHapuspoint pentingnya:
lagipula seorang Ibu itu jarang memberitaukan masalahnya ke anak-anaknya...kalaupun ada masalah dia akan menyimpannya rapat-rapat dan gak mau buat anaknya susah...
mungkin ada rezeki yang lebih besar lagi dari uang pulsa 20 itu kali ya...
ternyata Sarah jg jd korban penipuan.. :D
BalasHapusya. ini juga bener. umumnya, orangtua kita tak ingin membagi masalahnya pd anak2, kecuali persoalan yg benar2 pelik melanda..
BalasHapusInsya Allah, husnudzhan saja sama Allah.. ^_^
BalasHapusOh ternyata..
BalasHapusBaikLah, saia paham sekarang..
*Teringat Ibu di Rumcay tadi, =D
ingat status fb-nya Bukbosban :D
BalasHapusbuaaanyaaakk banget nih yang kena begini, kemarin temanku sampai berantem sama istrinya.. dikiranya mama dalam sms itu adalah "mama" dalam arti istri baru... --untung panggilanku untuk ibu bukanlah "mama", jadi ngga kena tipu sms begini
BalasHapuskene tipu juge lah awak ni...hmm
BalasHapusSiapa yang temberang, Sarah?
BalasHapuslah kok tanya lagi "Siapa yang temberang?" ketipu judul lah. ketipu sama tulisan ini..
BalasHapusbtw "Ditipu cinta Ibu" ini di lombakan ya By?
Nggak untuk dilombakan, kok..
BalasHapusEmang ada lomba tema ginian, ya?
Nggak untuk dilombakan, kok..
BalasHapusEmang ada lomba tema ginian, ya?
Weis... sama dek! kemarin kakak juga baru kena! untung nggak sampe ketipu karena diingatkan teman.
BalasHapusYang lucunya, ada teman... Dia baru aja minta sama ibunya supaya diisikan pulsa. Eh, tiba-tiba dia di-SMS nomor tak dikenal yang ngaku2 ibunya and minta diisikan pulsa. Lho, masa orang yang minta diisikan pulsa sama mamanya diminta balik mamanya isikan pulsa sih? Kelihatan banget penipuannya. -.-'
Kalo kisah sobat yang satu ini bisa diikutsertakan lomba "Ditipu Cinta Ibu" nggak ya dek? Hehe...
Syukurlah, kak..
BalasHapusEmangnya ada lomba gituan?
BalasHapusAja-aja ada nih.. :D