Tampilkan postingan dengan label onestopwriting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label onestopwriting. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Oktober 2009

Sajak Hujan


SAJAK HUJAN

Masih terasa bekas hujan sore itu
Kita asyik bercengkerama dengan butir-butir air
Hingga matahari mulai meredup
Membiarkan kita ditemani malam yang mulai pekat

Jangan lagi kau risaukan cerita lama itu
Tapi cobalah pahami kenapa pelangi
Selalu muncul belakangan setelah tetes hujan bercucuran?

Sambil merapal doa, anyamlah cita-cita
Tentang rumah-rumah penuh tawa
Sebelum petir datang kembali menyambar-nyambar
Jalinan harap yang telah kita pintal berabad-abad

Tungkop, 30 Agustus 2009
saat hujan airmata menitik-nitik membasah jiwa yang gersang..
di tengah-tengah One Stop Writing FLP Aceh, bukankah hujan adalah rahmat-Nya?

Di Bawah Rindang Filicium


DI BAWAH RINDANG FILICIUM


Aku masih ingat betul cerita itu
Saat kita duduk-duduk di bawah rindang filicium
Seekor kupu-kupu datang menghampiri
Setelah kau undang angin-angin
Yang membuatnya menari tanpa henti

Lantas kitapun mulai tenggelam dalam diam
Ketika tiba-tiba hujan muncul menghimpun desis gerimis
Kucoba menganyam pelepah jadi cangkang cinta
Dan kupetik sekuntum mawar untuk meredakan tangis
Yang tak terduga menyirami oval wajahmu
Tapi kau masih saja membuhul riwayat jadi surat
Sebab katamu pujangga itu tak pernah khianat

Tungkop, 30 Agustus 2009
di kediaman Nyak Loet yang malu-malu
melewati gugusan sawah yang indah dan jalan "terjal nan mendaki"