Tampilkan postingan dengan label rindu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rindu. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Agustus 2010

Tenang (Catatan Seorang Teman)
















Tenang, aku hanya sedang memberi jarak, agar cinta itu terus memberontak.

Tenang, aku hanya sedang memberi ruang, agar indah itu mampu kau pandang.

Aku kira, untuk melihat keindahan butuh beberapa hasta.

Sebab aku tahu, untuk hangatkan cinta butuh sedikit rindu

Senin, 21 Desember 2009

KEPADA PEREMPUAN TERKASIH

KEPADA PEREMPUAN TERKASIH
: dia yang sungguh kucinta

Duapuluh satu tahun lalu, kau bersimbah darah
Kau relakan tak cuma tangis, tapi juga jerit keperihan
Butir keringat dan bulir bening menjadi saksi atas pengorbananmu
Kiri kanan ramai malaikat maut terus mengintaimu
Seolah kau sedang dalam pertaruhan besar untuk cintamu

Lalu kisah kita pun berlanjut dengan nyanyian kasih paling merdu sejagad raya
Kau gendong aku ke mana-mana, melintasi lelah yang menetes-netes dari dagumu
Gundah yang kugantung di pundakmu pun tak kau hiraukan
Kau terus melaju, tanpa malu pada nyinyir kicauan sumbang burung-burung melata

Kemudian, seonggok senja mengajakmu untuk berhenti cengkerama denganku
Kau harus pergi, katamu. Lantas aku cuma bisa diam, tertunduk lesu.
Kukalungkan bunga di lehermu bersama segenggam embun yang kutitip untuk menawar rindumu
Baiklah, aku akan meneruskan kelana
Ini cinta bukan sampai sini saja