Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Januari 2010

Rintihan Setangkai Bunga

di belakang sana, di balik rumah tetangga
kulihat dirimu melukis nestapa di kanvas maya
gurat wajahmu siratkan rapuh yang kau bungkus selendang do'a

dalam diam, kuncupmu yang belum mekar semakin ragu
diterpa bayu dijamah kupu-kupu
bukankah bunga dicipta untuk peroleh madu?

dan kau semakin bimbang saat kumbang-kumbang datang bertandang
membawa mahar untuk bilang ingin meminang
apakah masa lalu selalu pahit untuk dikenang?

sebab kelopakmu yang semarak warna merah jingga
banyak mata jadi terpana terpesona
percayakah kau bahwa keindahan adalah nikmatNya?

barangkali orang-orang salah mengira
bahwa semerbakmu bukan karena putik semata
namun juga ada andil Sang Pemberi Cahaya

tapi, semua tetap berjalan apa adanya
helai demi helai lambat laun mulai gugur direnggut waktu
sebab fitrah bunga juga layu suatu waktu

Banda Aceh, 6 Januari 2010

Senin, 21 Desember 2009

KEPADA PEREMPUAN TERKASIH

KEPADA PEREMPUAN TERKASIH
: dia yang sungguh kucinta

Duapuluh satu tahun lalu, kau bersimbah darah
Kau relakan tak cuma tangis, tapi juga jerit keperihan
Butir keringat dan bulir bening menjadi saksi atas pengorbananmu
Kiri kanan ramai malaikat maut terus mengintaimu
Seolah kau sedang dalam pertaruhan besar untuk cintamu

Lalu kisah kita pun berlanjut dengan nyanyian kasih paling merdu sejagad raya
Kau gendong aku ke mana-mana, melintasi lelah yang menetes-netes dari dagumu
Gundah yang kugantung di pundakmu pun tak kau hiraukan
Kau terus melaju, tanpa malu pada nyinyir kicauan sumbang burung-burung melata

Kemudian, seonggok senja mengajakmu untuk berhenti cengkerama denganku
Kau harus pergi, katamu. Lantas aku cuma bisa diam, tertunduk lesu.
Kukalungkan bunga di lehermu bersama segenggam embun yang kutitip untuk menawar rindumu
Baiklah, aku akan meneruskan kelana
Ini cinta bukan sampai sini saja

Senin, 19 Oktober 2009

11 Perbedaan Unik Wanita dan Lelaki

1) Pria berburu dan melindungi, wanita mengasuh dan menyatukan. Sehingga wanita yang mengasuh dan menyusui anaknya tentunya lebih utama dari pada wanita yang meninggalkan anaknya kepada pembantunya yang belum tentu mengerti akhlak mulia. Kecuali ia adalah wanita karir, terlebih lagi suaminya hanya memiliki penghasilan pas-pasan, semoga Allah memaafkannya.

2) Pria objektif, wanita intuitif (menganalisa lewat nada suara dan tatapan mata). Sehingga wajar saja jika pria merasa kesulitan jika berdusta di hadapan wanita secara berhadapan langsung, sebab wanita seperti memiki mesin pendeteksi kebohongan, biasanya pria - klo mau bo'ong - paling aman menggunakan SMS atau paling berani by phone.

3) Sudut pandang mata pria sempit, kerucut di retina mata pria kurang lebar, tidak seperti wanita, sehingga wajar jika pria lebih fokus tapi kurang kreatif melihat wacana lain sekitarnya. sehingga pula sering gagal jika diminta menemukan sesuatu, seperti menemukan gula yang terletak dengan sangat jelas di antara bumbu dapur.

Selain itu, karena sudut pandang mata pria sempit, maka tatkala melihat wanita lain yang menggoda, maka kepala pria turut berputar mengikuti arah wanita tersebut. Tapi bukan berarti pria tersebut jatuh cinta, naluriah saja, tidak berbahaya selama pria tersebut memiliki iman yang kuat, tapi menundukkan pandangan mata jauh lebih utama.

Namun demikian bukannya berarti wanita tidak pernah melihat pria yang tampan, tetapi karena sudut pandang wanita luas melebar, relatif hampir 180 derajat, maka wanita jarang kepergok basah sedang memandangi seorang pria yang tampan. Dan tentunya wanita ketika berniat belanja mentega di supermarket, karena sudut pandang matanya yang luas, maka seringkali yang terbeli bukan hanya mentega, melainkan hal-hal menarik lainnya.

4) Otak wanita memiliki koneksi antara otak kiri dan kanan sekitar 30% lebih aktif dari pria, tak heran jika wanita bisa berjalan, bicara, dan pakai lipstik sekaligus. Sedangkan pria hanya bisa berkonsentrasi pada satu pekerjaan di satu waktu. Maka tak heran jika pria jarang berbicara ketika sedang bercinta dengan istrinya. Fokus sih.

5) Wanita suka bicara, pria seperlunya. Maka tak heran jika 2 orang wanita bisa saling menelpon selama 1 jam, padahal mereka berdua baru pulang berlibur bersama selama satu minggu. Dan tentunya wajar saja, jika kata “gosip” lebih melekat pada diri wanita dibandingkan pria.

6) Wanita bicara dengan perasaan, sehingga kadang terkesan hiperbolik bagi pria. Jadi kalau ada wanita yang berkata, “Apapun yang aku lakukan dan katakan selalu salah di matamu!” Jika Anda pria mendengarkan hal itu, tenang saja, tak perlu dibantah, sabarlah, sepertinya tidak hanya Anda yang mengalaminya.

7) Pria menyukai SEKS (wanita adalah perhiasan terindah bagi pria), sedangkan kebetulan wanita suka diperhatikan (begitulah karakter perhiasan). Wanita berpikir SEKS adalah konsekuensi dari menikah, sedangkan pria tidak sedikit yang berpikir MENIKAH adalah konsekuensi dari menginginkan seks.

8) Pria suka dipercaya, sedangkan wanita suka diberi perhatian khusus.Untuk wanita : bukan karena cantik engkau diperhatikan, tapi karena diperhatikanlah engkau menjadi cantik. Untuk pria : kalau Anda hari ini merasa istri Anda kurang cantik, berarti Anda kurang memperhatikannya.

9) Pria mengutamakan keahlian, dan wanita mengutamakan kebersamaan. Makanya wanita itu kalau ke toilet biasa "berjama'ah". hmm... beda dengan pria,,,sendirian aja bisa karena pipis tidak menuntut keahlian khusus. Apakah Anda pernah mendengar ada pria ngajak temennya, "Don, pipis yuk"

10) Pria yang humoris adalah yang pandai melontarkan humor, wanita humoris adalah yang tertawa ketika pria melontarkan humor. Nah bagi para istri, kalau suami Anda melontarkan humor tolonglah tertwa, betapapun garingnya humor tersebut. Insya Allah karn Anda menghargai humor2 suami Anda, maka suami Anda tambah cintanya kepada Anda. Jangan sekali2 ketika suami Anda sedang humor Anda mengatakan, "Garing Amat sih".


11) Tugas istri adalah memberikan kehangatan kepada suaminya, dan tugas suami adalah memibiarkan sang istri memberikan kehangatan terbaik kepadanya. Peace... :)

Ehm..serius nih...

Intinya pria menginginkan kekuasaan, prestasi, dan seks, dan wanita menginginkan hubungan, stabilitas, dan cinta.


---dari Kang Zen, Guru Maya saya