Senin, 30 November 2009

jika aku harus menuliskan jejak-jejak gelisah di gelap malam, maka akan kugores semuanya di kawah-kawah rembulan. biar kau tak tahu semua luka. supaya Dia saja yang menjawab pinta. dan tak perlu embun berjatuhan dari bola mata dia -dari 11th floor Soechi International Medan, berusaha menggapai-gapai langit-

Suara Hati Seorang Ikhwan

Wanita Suci
(Suara Hati Seorang Ikhwan untuk Seluruh Wanita Suci di Dunia)

Wanita suci,
Mungkin aku memang tak romantis tapi siapa peduli?
Karena toh kau tak mengenalku dan memang tak perlu mengenalku.
Bagiku kau bunga, tak mampu aku samakanmu dengan bunga terindah sekalipun
Bagiku manusia adalah makhluk yang terindah, tersempurna dan tertinggi.
Bagiku dirimu salah satu dari semua itu, karenanya kau tak membutuhkan persamaan.

Wanita suci,Jangan pernah biarkan aku manatapmu penuh, karena akan membuatku mengingatmu.
Berarti memenuhi kepalaku dengan inginkanmu.
Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap dinding khayalku.
Membuatku inginkanmu sepenuh hati, seluruh jiwa, sesemangat mentari.
Kasihanilah dirimu jika harus hadir dalam khayalku yang masih penuh lumpur.
Karena sesungguhnya dirimu terlalu suci.

Berdua menghabiskan waktu denganmu bagaikan mimpi tak berujung.
Ada ingin tapi tak ada henti.
Menyentuhmu merupakan ingin diri, berkelebat selalu, meski ujung penutupmu pun tak berani kusentuh.
Jangan pernah kalah dengan mimpi dan inginku karena sucimu kau pertaruhkan.
Mungkin kau tak peduli
Tapi kau hanya menjadi wanita biasa di hadapanku bila kau kalah.
Dan tak lebih dari wanita biasa.

Wanita suci,
Jangan pernah kautatapku penuh
Bahkan tak perlu kaulirikkan matamu untuk melihatku.
Bukan karena aku terlalu indah, tapi karena aku seorang yang masih kotor.
Aku biasa memakai topeng keindahan pada wajah burukku, mengenakan pakaian sutra emas.
Meniru laku para rahib, meski hatiku lebih kotor dari lumpur.
Kau memang suci, tapi masih sangat mungkin kau termanipulasi.
Karena kau toh hanya manusia-hanya wanita.

Wanita suci,
Beri sepenuh diri pada dia sang lelaki suci yang dengan sepenuh hati membawamu kehadapan Tuhanmu.
Untuknya dirimu ada, itu kata otakku, terukir dalam kitab suci, tak perlu dipikir lagi.
Tunggu sang lelaki itu menjemputmu, dalam rangkaian khitbah dan akad yang indah.
Atau kejar sang lelaki suci itu, karena itu adalah hakmu, seperti dicontohkan ibunda Khadijah.
Jangan ada ragu, jangan ada malu, semua terukir dalam kitab suci.

Wanita suci,
Bariskan harapanmu pada istikharah sepenuh hati ikhlas.
Relakan Allah pilihkan lelaki suci untukmu, mungkin sekarang atau nanti, bahkan mungkin tak ada sampai kau mati.
Mungkin itu berarti dirimu terlalu suci untuk semua lelaki di fana saat ini.
Mungkin lelaki suci itu menanti di istana kekalmu, yang kaubangun dengan segala kekhusyu'an tangis do'amu.

Wanita suci,
Pilihan Allah tak selalu seindah inginmu, tapi itu pilihan-Nya.
Tak ada yang lebih baik dari pilihan Allah.
Mungkin kebaikan itu bukan pada lelaki yang terpilih itu, melainkan pada jalan yang kaupilih, seperti kisah seorang wanita sudi di masa lalu yang meminta ke-Islam-an sebagai mahar pernikahannya.
Atau mungkin kebaikan itu terletak pada keikhlasanmu menerima keputusan Sang Kekasih Tertinggi.
Kekasih tempat kita memberi semua cinta dan menerima cinta dalam setiap denyut nadi kita

"Jika Allah menahan pemberian-Nya padamu, maka pahamilah bahwa itu adalah suatu (kemuliaan) untukmu selama kau pertahankan keislaman dan keimananmu, higga segenap apa yang dilakukan Allah kepada dirimu menjadi karunia pula kepadamu".(Ibnu Athaillah)

nb: yang ini dapat dari sebuah forum, udah lama beredar di jagad maya, bagi yang udah baca, anggap refresh aja.. ^_^

Puisi Cinta Orang Accounting

Wahai belahan jiwaku...
Debetlah cintaku di neraca hatimu
Kan ku jurnal setiap transaksi rindumu
Hingga setebal Laporan Keuanganku

Wahai kekasih hatiku...
Jadikan aku manager investasi cintamu
Kan ku hedging kasih dan sayangmu
Di setiap lembaran portofolio hatiku

Bila masa jatuh tempo tlah tiba
Jangan kau retur kenangan indah kita
Biarlah ia bersemayam di Reksadana asmara
Berkelana di antara Aktiva dan Passiva

Wahai mutiara kalbuku
Hanya kau lah Master Budget hatiku
Inventory cintaku yang syahdu
General Ledger-ku yang tak lekang ditelan waktu

nb: ini puisi saya dapat dari seorang senior alumni STAN yang dulu sempat penempatan di Medan, katanya sih dari intranet pajak

Rabu, 25 November 2009

(Kompas.com) Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Sabu ke Aceh

Kamis, 26 November 2009 | 12:43 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Mahdi Muhammad

BANDA ACEH, KOMPAS.com — Petugas Bea dan Cukai Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, Selasa (24/11), menggagalkan upaya penyelundupan 593,7 gram sabu ke Aceh.

Satu tersangka asal Desa Meunasah Blang, Kabupaten Bireuen, saat ini menjadi tahahan Kepolisian Daerah Nanggroe Aceh Darussalam. Kepala Seksi Penindakan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Banda Aceh Edy Saputra, kepada wartawan pada Kamis (26/11) mengatakan, tersangka asal Bireun tersebut bertindak sebagai kurir.

Menggunakan pesawat Firefly asal Penang, Malaysia, dengan nomor penerbangan FY 3041, tersangka X disuruh mengantarkan barang ini kepada Z, yang tinggal di Banda Aceh. "Dia mengaku mendapatkan bayaran Rp 3 juta untuk mengantarkan barang ini ke Aceh," katanya.

Total nilai sabu tersebut diperkirakan mencapai Rp 1 miliar. Sebelumnya, Juli lalu, Bea Cukai juga menggagalkan hal yang sama. Namun, barang bukti tersebut hilang saat berada dalam pengawasan Kejaksaan Negeri Jantho, Aceh Besar.

http://www.theglobejournal.com/detilberita.php?id=3171

Tiba dari Malaysia, Penyelundup Shabu-shabu Ditangkap di SIM


Yuli Rahmad | The Globe Journal

Banda Aceh – Pria berinisial BMN (30) dan MNI (24) yang baru tiba dari Kuala Lumpur Malaysia di bandara SIM Aceh Besar ditangkap pada Rabu (29/7) sekira pukul 12.30 WIB. Berharap memperoleh uang masing-masing senilai Rp 3 Juta atas imbalan penyelundupan shabu-shabu seberat 530 gram, mereka malah dijegat pihak Bea Cukai Banda Aceh untuk diserahkan ke polisi.

Dalam konferensi pers di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Banda Aceh Kamis (30/7), Kepala kantor tersebut Indra Gautama Sukiman menyebutkan, pihaknya menggagalkan penyelundupan methamphetamine (shabu-shabu) dari kedua pria asal Bireuen yang baru kembali dari Kuala Lumpur Malaysia di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM).

Upaya penyelundupan yang digagalkan pihaknya terbilang nekat. Pasalnya BMN dan MNI menyelundupkan shabu lewat sepatu yang dikenakannya. Akhirnya Bea dan Cukai yang melakukan pengawasan di Bandara SIM melihat gelagat aneh dari gaya berjalan keduanya. Akhirnya setelah pemeriksaan mendalam (Body stripping), shabu tersebut terkuak. Menurutnya, karena pertama kali menggagalkan penyelundupan shabu, pihaknya tidak langsung menyerahkan pelaku dan barang bukti ke kepolisian. Sesaat setelah ditemukan, barang haram itu diideintifikasi di Balai laboratorium Medan. “Selanjutnya, barang bukti berupa shabu dan sepatu yang dikenakannya serta pelaku akan diserahkan kepada penyidik Poltabes hari ini,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, General Manager Bandara SIM Anggono Rapas ST menambahkan, pemeriksaan untuk penerbangan internasional selama ini akan melalui dua tahap. Tahap pertama pemeriksaan barang oleh pihak kantor Bea dan Cukai, dan kedua adanya pemeriksaan penumpang baik pemeriksaan kesehatan serta legalitas bepergiannya oleh pihak imigrasi.

Kedua pemeriksaan itu berhasil dilewati kedua pelaku dengan baik. Namun gelagat mencurigakan terlihat dari gaya berjalannya yang sedikit berat. Untuk itu, pihak Bandara dan petugas X Ray Bea dan Cukai kembali melakukan pemeriksaan mendalam. “Disamping cara jalannya yang aneh, gelagat ketakutan sudah terlihat. Makanya petugas kami dan pihak Bea dan Cukai kembali memeriksanya,” tambah Anggono.[003]