Ah, kau kembali menegurku malam ini. Belum lagi selesai kutuang teh hijau yang baru kuseduh itu ke cangkirmu. Baiklah, aku mengaku bersalah. Namun biarlah aku purnakan kesahku padaNya, biar rindu itu tak terus bergelayut di pohon-pohon mimpi. *packing, bersiap menuju PestaPenyairIndonesia di Medan*
kenapa lagi nih orang?
BalasHapusga kenapa2..donwori bihepi.. ^_^
BalasHapus