Kamis, 19 November 2009

Ah, kau kembali menegurku malam ini. Belum lagi selesai kutuang teh hijau yang baru kuseduh itu ke cangkirmu. Baiklah, aku mengaku bersalah. Namun biarlah aku purnakan kesahku padaNya, biar rindu itu tak terus bergelayut di pohon-pohon mimpi. *packing, bersiap menuju PestaPenyairIndonesia di Medan*

2 komentar: