Rabu, 06 Januari 2010

Hidup kita -menurut kita- mungkin biasa-biasa saja, datar-datar saja. Tapi, bisa jadi ada potongan-potongan tertentu dari hidup kita yang sangat berarti bagi orang lain. Meski hanya sepenggalan fragmen singkat, namun amat menentukan kehidupan orang lain. Bertumpuk hikmah, ibrah dan melenyap gundah. Atau sebaliknya, malah menjadi pemantik airmata. Entahlah. Kalian percaya?

24 komentar:

  1. Di blog entry ana yg "Apa yang Harus Kulakukan Untukmu?", ana ada nyinggung ini juga dikit. Yep, setuju. Maka kita tak boleh meremehkan tiap tindak-tanduk kita, entah oleh siapa yang mulai, tiba-tiba sudah jadi trend untuk diikuti. Syukur kalau trendnya baik, kalau tidak? Na'udzubillahi min dzaalik.

    BalasHapus
  2. yang membuat hidupnya kelam, penuh luka. Itu maksudnya.
    Misalnya ada bagian kisah hidup kita yang enteng2 saja kita lalui. Kita pikir tak ada apa2nya. tapi ternyata, bagi seseorang, itu adalah kepahitan..

    BalasHapus
  3. Oke, Mbak El. Pernah merasakankah? Share pengalamannya dong.. :)

    BalasHapus
  4. Ya. Dan inilah yang kemarin Rin maksud dengan hal2 yang membuat kita "terkejut" nanti. Entah itu suprise atau malah shock..

    BalasHapus
  5. Iya, "terkejut" itu maksudnya begitu. Jadi, note / blog entry yang mau dipublish itu, udah selesai?

    BalasHapus
  6. Iya, "terkejut" itu maksudnya begitu. Jadi, note / blog entry yang mau dipublish itu, udah selesai?

    BalasHapus
  7. Itu hanya beberapa contohnya kan. Soalnya, ana mengalami yang lain. Bukan soal tulis-menulis. Tapi soal salah memahami pesan dalam komunikasi..

    BalasHapus
  8. Yang mana? yang tentang rindu juga? Oh..belum. Afwan ya. Inilah malam ni mau dituntasin aja. Biar besok2 udah bisa meniupkan ruh utk si Aris.. n_n

    BalasHapus
  9. Yang mana? yang tentang rindu juga? Oh..belum. Afwan ya. Inilah malam ni mau dituntasin aja. Biar besok2 udah bisa meniupkan ruh utk si Aris.. n_n

    BalasHapus
  10. Salah memahami pesan dalam komunikasi.. Hm.. Seperti bukan hal baru..

    BalasHapus
  11. Ya, emang bukan barang baru. Tapi kali ini efeknya seperti bisa menentukan masa depan orang lain.. Mengerikan. Ana jadi merasa bersalah.. :(

    BalasHapus
  12. coba muhasabah lagi, mungkin ada yang salah dalam cara menyampaikan pesan selama ini. meski memang tak jadi ukuran pandangan orang lain itu, tapi paling sering "tidak ada asap kalau tidak ada api" itu kadang2 benar juga...wallahu a'lam..

    BalasHapus
  13. maka jangan ulangi lagi kesalahan itu (sebisa mungkin) dan berdoa pada Allah, agar dijauhkan dari memberi mudharat bagi orang lain lewat tangan dan lisan kita sebab saudara kita bebas dari gangguan keduanya (tangan dan lisan itu tadi), kalau ga salah ana, adalah salah satu tanda keimanan kita...

    BalasHapus
  14. jazakillah telah mengingatkan..
    *tertunduk*

    BalasHapus
  15. tentu aku akan terus mengirim do'a. dan ya, itu ciri2 keimanan, terbebasnya tetangga dari bahaya lisan dan tangan kita..
    tp, kasus ini lain Rin. Tidak seperti yg Rin kira. Rin tak kan mengerti masalah yang satu ini. Mungkin mnrt orang2 yang lain pun kita tak salah, tapi ada satu-dua orang yang... ah, sudahlah.. lebih baik husnudzhan thd semua skenario-Nya..

    BalasHapus
  16. afwan, ana pun tak mencoba mengatakan mengerti kasus ini tadi kok, setiap kita tentu saja punya hal-hal tertentu yang tak bisa dipahami orang lain, itu lumrah saja.

    BalasHapus
  17. semoga diberikan jalan terang insya Allah.

    BalasHapus
  18. Ya, terkadang "ketidaknormalan" (dlm banyak hal) adalah lumrah..
    dan anapun tidak menyalahkan siapa-siapa..

    BalasHapus
  19. bukan pernah tapi sering
    makanya saya suka membantu anak remaja ceileeeee
    karena mereka masa depan bangsa aku gak ingin mereka salah jalan
    itu yang bisa kulakukan

    BalasHapus
  20. sungguh mulianya hatimu, Mbak El..
    salut! n_n
    *halah..lebay!*

    BalasHapus