catatan ini saya peroleh dari motivator nasional -yang saya anggap sebagai guru-: Kang Zen
alasannya saya reproduksi tulisan ini: sebab mayoritas tulisan-tulisan yang di-tag ke saya selalu bertema "itu". Entah itu artikel, cerpen, puisi atau sebuah renungan sederhana. mudah-mudahan bermanfaat.
# 1
"Dahulu, sebelum ia berhasil menikahi wanita impiannya, ia sulit tertidur, sebab selalu teringat kata-kata kekasihnya tersebut. Kini, setelah ia berhasil menikahinya, ia bahkan sudah tertidur sebelum istrinya menyelesaikan kata-katanya. Tapi tidak semua lelaki begitu.... :D"
# 2
Banyak wanita yang ingin memilki suami yang sholih
lalu Allah hadirkan seorang pria sholih melamarnya
lha.. malah ditolak..
sebab katanya pria ini kurang sholih....
Apakah yang sungguh diminta wanita itu
Suami sholih versinya
atau suami sholih versi Tuhan...?
Begitupun..
Banyak pria yang ingin memiliki istri sholihah
lalu Allah berikan beberapa alternatif wanita sholihah yang siap dinikahi
lha.. malah dipilihnya wanita sholihah yang belum siap nikah....
sebab katanya kalau bukan dengan yang itu gak sreg...
Apakah yang sungguh diminta pria itu
Istri sholihah pilihan Tuhan
atau istri sholihah yang menggoncang eksistensi Tuhan di jiwanya?
Sahabat semua...
Tidak harus menunggu pasangan yang ideal baru engkau menikah,
tapi menikahlah, maka kehidupanmu akan semakin ideal...
# 3
KURANG PERHATIAN
Karena ini perkara perHATIan
pasti urusannya dengan HATI
tak perlu HATI-HATI
kalau sudah yakin sepenuh HATI
dan biarkan HATI ini bercahaya
sebab tunduk sepenuhnya ...
kepada yang Maha MemperHATIkan
Zat yang menguasai HATI
Mencari perHATIan itu boleh
Asalkan bukan untuk sekedar mendapatkannya
tapi untuk dikembalikan padaNya
dan dariNya kembali lagi kepada mereka
yang memperHATIkanmu...
Perlu diperHATIkan, bahwa
Mencari perHATIan bukanlah untuk diperHATIkan
Tapi sebagai bukti bahwa engkau memperHATIkan mereka
dan engkau memperHATIkan Yang MAHA MemperHATIkan
Dan tidak jarang,
Cara terbaik mendapatkan perHATIan adalah
dengan cara tidak memperHATIkannya
tapi fokus memperHATIkan-Nya
Wahai ukhti, bukan karena cantik engkau diperHATIkan
tapi karena diperHATIkan engkau menjadi Cantik
Wahai Ikhwan, kalau engkau merasa istrimu tak lagi cantik
berarti engkau kurang memperHATIkannya
Wahai manusia, bukan karena diperHATIkan
lalu engkau berbuat baik dan taqwa
Tapi, karena engkau berbuat baik dan taqwa
maka engkau layak diperHATIkan
Lagipula...
PerHATIan manusia itu fana
Tidak layak diperjuangkan
Tapi perHATIan dari Allah itu Adil dan Bijaksana
Sungguh layak diperHATIkan
Tak perlu lagi sibuk mencari perHATIan manusia
Dengan umbar kesedihan dimana-mana
Sakit ini, sakit itu, dan sakit HATI
Apakah Allah kurang memperHATIkanmu,
sehingga engkau sibuk mencari perhatian selain dari-Nya?
Bukankah Allah yang menguasai jagat HATI kita?
PerHATIkanlah dirimu,
PerHATIkanlah Tuhanmu,
PerHATIkanlah dengan sepenuh HATImu...
Sahabat, Mengapa selalu mencari yang di luar,
Bukankah yang di dalam sini lebih sempurna...?
Hehehe
BalasHapusrefleksi terhadap diri sendiri lagi intinya
TFS
huaaah...jakallah khairan katsir..hati hati jaga hati ya..
BalasHapusSubhanallah... Perlu bersyukur nih anta dg Akang guru... Coz apa yg disampaikannya benar-benar mengena pada diri anda :) Ayo jgn cuma dibaca, tp diamalkan juga ya pak...
BalasHapusYa, refleksi. Bercermin...
BalasHapusWa iyyakum. Semoga kita bisa menjaga hati dan kelurusan niat dalam setiap perkara..
BalasHapusMengena pada diri saya?
BalasHapusDuh.. saya dituduh.. tapi....
*tercenung*
Ayo tafakkur ya dek... supaya makna tercenung menjadi beruntung, nggak puntung di Banda ujung...
BalasHapusBanyak lho adinda-adinda kita yang siap menjadi pendamping setia demi menyelamatkan 1/2 din-nya. Bukankah kamu juga ingin segera menyelamatkannya?! :)
iya kak.
BalasHapusbtw, kok jawabannya jadi persajakan ung-ung gitu? n_n
What? Really? Is it a fact?
BalasHapus*mengucek-ngucek mata, lalu menepuk-nepuk pipi*
hmm.. pertanyaan ini sepertinya tidak memerlukan jawaban..
BalasHapus