Rabu, 06 Januari 2010

Hidup kita -menurut kita- mungkin biasa-biasa saja, datar-datar saja. Tapi, bisa jadi ada potongan-potongan tertentu dari hidup kita yang sangat berarti bagi orang lain. Meski hanya sepenggalan fragmen singkat, namun amat menentukan kehidupan orang lain. Bertumpuk hikmah, ibrah dan melenyap gundah. Atau sebaliknya, malah menjadi pemantik airmata. Entahlah. Kalian percaya?

Rintihan Setangkai Bunga

di belakang sana, di balik rumah tetangga
kulihat dirimu melukis nestapa di kanvas maya
gurat wajahmu siratkan rapuh yang kau bungkus selendang do'a

dalam diam, kuncupmu yang belum mekar semakin ragu
diterpa bayu dijamah kupu-kupu
bukankah bunga dicipta untuk peroleh madu?

dan kau semakin bimbang saat kumbang-kumbang datang bertandang
membawa mahar untuk bilang ingin meminang
apakah masa lalu selalu pahit untuk dikenang?

sebab kelopakmu yang semarak warna merah jingga
banyak mata jadi terpana terpesona
percayakah kau bahwa keindahan adalah nikmatNya?

barangkali orang-orang salah mengira
bahwa semerbakmu bukan karena putik semata
namun juga ada andil Sang Pemberi Cahaya

tapi, semua tetap berjalan apa adanya
helai demi helai lambat laun mulai gugur direnggut waktu
sebab fitrah bunga juga layu suatu waktu

Banda Aceh, 6 Januari 2010