Kuajak awan bercakap-cakap
Tentang cerita lama yang berselimut lara
Tentang dia yang hilang dalam rerimbun daun
Di tepian Ulee Lheue saat amuk gelombang menggarang
Tentang dia yang melukiskan nada-nada rindu
Pada grafiti di lekuk-lekuk Kuta Alam hingga terpejam matawaktu
Di Puncak Seulawah
Bidadari malam mengurungku dalam sunyi
Masih kuingat kala dulu ia mengajar alifbata
Mengeja cinta di meunasah tua
Meski sejarah melupakannya
Tungkop, 30 Agustus 2009
di sini puisi ini sepi, tidak seperti di 'rumah maya' satu lagi yang diawali huruf "f" itu ya n_n
BalasHapusmumpung sepi, biar ana komentari sedikit,
entah kenapa, ana jadi teringat ustadz-nya Delisa di Hafalan Shalat Delisa (bukan Delia).
udah gitu, memang benarlah, Tungkop, sumber inspirasi :)
hmm..
BalasHapussatu: berpikiran ttg tsunami?
kedua: yup, kasian ya si zurry nyebut judul novel aja salah.. :)
bolehlah..
BalasHapussoal ini aku tak -bisa- menampik..
udah baca novelnya belum? sang ustadz itu sangat kharismatik di depan mata Delisa dan teman2nya yang mengaji rutin di meunasah.., yang terkena tsunami malah kalau ga salah ingat,itu calon istrinya (rada2 lupa juga).
BalasHapushoho..belum baca juga sih...
BalasHapusmau ngasi pinjam? ^_^
Masalahnya ana pun pinjem hehe. Tapi, ana punya ebooknya. Mau?
BalasHapusboleh. sabtu ya. di Perjamuan Dhuha. Ana pun kayaknya bakal bawa laptop. Soalnya, Riza mau mp3 Maidany tuh..
BalasHapusItulah. Ana dapat kabar, kayanya praktikum anatomi (sebenarnya Jumat, tapi diundur, ga tau kenapa). Ada saran? =(
BalasHapusitu kabar sdh pasti? dr jam brp sampe jam brp praktikumnya?
BalasHapusyg jelas..klo Ahad ana gak bisa kayaknya, kalaupun mau diusahain ya ba'da ashar..
kayaknya, Perjamuan harus tetap dilaksanakan, biar cepat kelar dan hal2 lain yg mau dibicarakan Riza bisa tuntas. Gimana?
kalau ga salah dari jam 8- jam 12
BalasHapusso, apa solusi? siang Rin jelas tak bisa, kan?
BalasHapuslalu bagaimana jika Ahad sore?