Malam ini tidak ada yang datang. Ini sebuah teguran. "Kau pikir ilmu saja cukup? Kau kira keceriaan dan kenyamanan di majelis saja sudah? Bagaimana mungkin kau bisa memberi sementara kau tidak memiliki?"
ya. sebuah kaidah dakwah. tak mungkin membina kalau kita tak terbina. tak mungkin menyumbang, kalau tidak punya uang. tak mungkin menyuruh orang lain supaya berjamaah, sementara kita tinggal di rumah tak mungkin menyeru ummat untuk berbuat, sementara kita cuma diam..
ya. memang setiap mereka punya alasan masing2. ada yang sakit. ada yang punya agenda paguyuban satu daerah. ada yang ikut pengajian di dayah (pesantren) karena dia tinggal di situ, de el el.. cuma kok ngerasa gimana gitu.. kok bisa serentak semua pada gak hadir?
ga segitunya lah.maaf ya, tawanya cuma buat "Mbak"nya, tapi untuk note ini, setuju di bagian "tak bisa memberi jika tidak menerima" tu, you are what you eat. kalau makan pasti ada sistem ekskresi, kalau nggak, ya ga bakal keluar apa2 (ini analogi pure ilmiah, tanpa maksud 'jorok')..
dan tabayyun, buka komunikasi juga penting. nanti takutnya, meski awalnya masih husnuzhan, lama2 jadi luka..nah, ini yang ga diinginkan oleh siapapun. "perjalanan masih jauh", gitu kata Raihan dalam nasyidnya. iya kan?
ya. tentu. masalahnya, sesudah di-tabayyun memang semua punya alasan yang -kalau dipaksakan- bisa dibenarkan.. tapi yang membuat ana berpikir keras: kok bisa serentak begini? ini pertama kali dalam seumur hidup ana. jangan2 ana yang salah dlm banyak hal.. *teringat pembahasan majalah Al-Izzah edisi suangat jadul*
weitss.. calm down,Mbak..
BalasHapusMbak! *tak bisa menahan tawa, maaf*
BalasHapus*bagaimana mungkin kau memberi padahal kau tak memiliki?!*
BalasHapus:(
tenang, saya cuma memarahi diri saya sendiri..
BalasHapusdan, mbak? oh, maaf. saya laki-laki. tulen. sejati.
Puas-puasin tawanya, Rin. Ana gak larang. Sesekali gantian gak apa-apa-lah..
BalasHapusya. sebuah kaidah dakwah. tak mungkin membina kalau kita tak terbina.
BalasHapustak mungkin menyumbang, kalau tidak punya uang.
tak mungkin menyuruh orang lain supaya berjamaah, sementara kita tinggal di rumah
tak mungkin menyeru ummat untuk berbuat, sementara kita cuma diam..
ga ada yg dtg?mungkin ada halangan.jgn terlalu menyalahkan diri. :(
BalasHapusya. memang setiap mereka punya alasan masing2. ada yang sakit. ada yang punya agenda paguyuban satu daerah. ada yang ikut pengajian di dayah (pesantren) karena dia tinggal di situ, de el el.. cuma kok ngerasa gimana gitu.. kok bisa serentak semua pada gak hadir?
BalasHapusTenang aja..ntar lagi juga pada datang :)
BalasHapusDuh.. udah kelewatan. Acaranya udah bubar. Dan lagi-lagi, hanya bisa husnudzhan saja padaNya..
BalasHapusafwan,Mas.. ana ol di hp dan yg keliatan namanya Anugrah.. afwan..afwan.. *kabur sembunyi2..*
BalasHapusya udah. gak apa-apa. btw, anugrah itu nama perempuan ya? *bingung*
BalasHapusyg ana tau biasanya iya.. tapi gak tau juga.. afwan.. ^^
BalasHapus*gubrak*
BalasHapusSaling menyemangati aja.ajak bicara,rihlah.mgkn lagi butuh perhatian lebih.jgn terlalu dijadikan beban.
BalasHapusIya, Mbak. Makasi atas usulnya. Jazakillah khair..
BalasHapusgubrak kenapa.?
BalasHapusNggak nyangka aja kalau ternyata nama Anugrah lebih sering teridentifikasi sebagai perempuan ketimbang lelaki..
BalasHapusga segitunya lah.maaf ya, tawanya cuma buat "Mbak"nya, tapi untuk note ini, setuju di bagian "tak bisa memberi jika tidak menerima" tu, you are what you eat. kalau makan pasti ada sistem ekskresi, kalau nggak, ya ga bakal keluar apa2 (ini analogi pure ilmiah, tanpa maksud 'jorok')..
BalasHapusdan tabayyun, buka komunikasi juga penting. nanti takutnya, meski awalnya masih husnuzhan, lama2 jadi luka..nah, ini yang ga diinginkan oleh siapapun. "perjalanan masih jauh", gitu kata Raihan dalam nasyidnya. iya kan?
BalasHapusIya. Ana paham. Nevermind. Biasa aja. n_n
BalasHapusya. bagian ini untuk introspeksi. evaluasi. bercermin.
BalasHapus*mencari2 muara bening yg disebut2 Sarah*
ya. tentu. masalahnya, sesudah di-tabayyun memang semua punya alasan yang -kalau dipaksakan- bisa dibenarkan..
BalasHapustapi yang membuat ana berpikir keras: kok bisa serentak begini? ini pertama kali dalam seumur hidup ana. jangan2 ana yang salah dlm banyak hal..
*teringat pembahasan majalah Al-Izzah edisi suangat jadul*
terima kasih sudah mengingatkan. jazakillah..
BalasHapuswaiyyakum.
BalasHapussmoga tetap bisa sabar... ;p
BalasHapussyukran..
BalasHapus