Rabu, 28 Juli 2010

Muhasabah Merah Jambu

Oleh: Ust. Abdul Latif Khan


Siapa yang mengajarkan padamu bahwa cuma melalui Chat akhirnya kau dapat mengetahui bahwa dia adalah lelaki atau perempuan sholih/ah? Dan kemudian kau memutuskan bahwa dialah jodoh dambaanmu? Kemudian saat akhirnya kau terhenyak. Bahwa ternyata semua adalah mimpimu. Kau menangisi lemahnya realita itu. Kenapa saat itu kau tidak memahami bahwa kau tidak memilih agamanya, tapi kau memilih angan-anganmu tentangnya?

Sebenarnya secara halus, syetan meninabobokanmu dengan alunan nasyid kecintaan. Kau tetap di jalan dakwah. Kaulah sejatinya pelaku dakwah. Tapi secara dini ia telah menghancurkan masa depan rumah dakwahmu, di mana ia mengajakmu menghalalkan "pemberontakan kecilmu" pada saudaramu. Dalih yang selalu diajarkan padamu adalah "Apakah yang dilakukan adalah kesalahan?", "Kenapa harus selalu dibatasi?"

Keluhanmu dan kekhawatiranmu tentang jodohmu menandakan bahwa engkau belum mengamalkan keimananmu pada taqdir Tuhanmu. Saat secara teori kau telah tahu bahwa itu rahasia Tuhanmu, lantas kenapa kau berkeluh kesah sembari membocorkan rahasia itu pada makhluq-Nya? 

Janganlah menuduh saudaramu saat ia sebenarnya menginginkan agar kau tidak mendirikan sekedar sebuah rumah tangga, tapi rumah dakwah, rumah tarbiyah, rumah ibadah, rumah cintamu kau bangun di atas cintamu pada Rabbmu. Walau saudaramu sebenarnya hanya harus membantumu untuk memilih mereka yang berkarakter Islam shalih, tidak lebih.
Wallahu a'lam


15 komentar:

  1. masih polos...belum paham....hehe..C#

    BalasHapus
  2. terima kasih atas senyumnya.. :)

    BalasHapus
  3. wuahhhh.. masih polos?
    *gak percaya :p *

    BalasHapus
  4. Subhanallah..
    untung ane gak jadi mosting yang ini.
    klo gak kan jadi dobel posting.
    fontnya dibuat "Normal" jadi agak gedean dikit. padahal kan isinya bagus lho...

    BalasHapus
  5. oh.. Lulu pengen mosting juga ya?
    hohoho.. ^_^

    BalasHapus
  6. kemaren sempat mau mosting yg ini juga.
    dari ust.Latief khan ni kan??!!
    beberapa muhasabah beliau juga udah ane posting di blogspot.
    tapi tak apalah, hitung2 mengalah sama yg lebih tua.

    BalasHapus
  7. dari mana saya disebut lebih tua?
    *ga terima, saya masih anak muda kok :D *

    BalasHapus
  8. setidaknya kita beda 6 bulan. b'rob lebih tua lah dari ane.

    btw, nge-add FB lulu ya kan?!

    BalasHapus
  9. hehe.. iya. barusan kmrn nge-add, gara2 liat Lulu komen di statusnya si Nisa (klo kata tmn2nya Nisa "behel" :D ) yg soal Sanlat Ramadhan se-kota Medan itu..

    BalasHapus