1) Pria berburu dan melindungi, wanita mengasuh dan menyatukan. Sehingga wanita yang mengasuh dan menyusui anaknya tentunya lebih utama dari pada wanita yang meninggalkan anaknya kepada pembantunya yang belum tentu mengerti akhlak mulia. Kecuali ia adalah wanita karir, terlebih lagi suaminya hanya memiliki penghasilan pas-pasan, semoga Allah memaafkannya.
2) Pria objektif, wanita intuitif (menganalisa lewat nada suara dan tatapan mata). Sehingga wajar saja jika pria merasa kesulitan jika berdusta di hadapan wanita secara berhadapan langsung, sebab wanita seperti memiki mesin pendeteksi kebohongan, biasanya pria - klo mau bo'ong - paling aman menggunakan SMS atau paling berani by phone.
3) Sudut pandang mata pria sempit, kerucut di retina mata pria kurang lebar, tidak seperti wanita, sehingga wajar jika pria lebih fokus tapi kurang kreatif melihat wacana lain sekitarnya. sehingga pula sering gagal jika diminta menemukan sesuatu, seperti menemukan gula yang terletak dengan sangat jelas di antara bumbu dapur.
Selain itu, karena sudut pandang mata pria sempit, maka tatkala melihat wanita lain yang menggoda, maka kepala pria turut berputar mengikuti arah wanita tersebut. Tapi bukan berarti pria tersebut jatuh cinta, naluriah saja, tidak berbahaya selama pria tersebut memiliki iman yang kuat, tapi menundukkan pandangan mata jauh lebih utama.
Namun demikian bukannya berarti wanita tidak pernah melihat pria yang tampan, tetapi karena sudut pandang wanita luas melebar, relatif hampir 180 derajat, maka wanita jarang kepergok basah sedang memandangi seorang pria yang tampan. Dan tentunya wanita ketika berniat belanja mentega di supermarket, karena sudut pandang matanya yang luas, maka seringkali yang terbeli bukan hanya mentega, melainkan hal-hal menarik lainnya.
4) Otak wanita memiliki koneksi antara otak kiri dan kanan sekitar 30% lebih aktif dari pria, tak heran jika wanita bisa berjalan, bicara, dan pakai lipstik sekaligus. Sedangkan pria hanya bisa berkonsentrasi pada satu pekerjaan di satu waktu. Maka tak heran jika pria jarang berbicara ketika sedang bercinta dengan istrinya. Fokus sih.
5) Wanita suka bicara, pria seperlunya. Maka tak heran jika 2 orang wanita bisa saling menelpon selama 1 jam, padahal mereka berdua baru pulang berlibur bersama selama satu minggu. Dan tentunya wajar saja, jika kata “gosip” lebih melekat pada diri wanita dibandingkan pria.
6) Wanita bicara dengan perasaan, sehingga kadang terkesan hiperbolik bagi pria. Jadi kalau ada wanita yang berkata, “Apapun yang aku lakukan dan katakan selalu salah di matamu!” Jika Anda pria mendengarkan hal itu, tenang saja, tak perlu dibantah, sabarlah, sepertinya tidak hanya Anda yang mengalaminya.
7) Pria menyukai SEKS (wanita adalah perhiasan terindah bagi pria), sedangkan kebetulan wanita suka diperhatikan (begitulah karakter perhiasan). Wanita berpikir SEKS adalah konsekuensi dari menikah, sedangkan pria tidak sedikit yang berpikir MENIKAH adalah konsekuensi dari menginginkan seks.
8) Pria suka dipercaya, sedangkan wanita suka diberi perhatian khusus.Untuk wanita : bukan karena cantik engkau diperhatikan, tapi karena diperhatikanlah engkau menjadi cantik. Untuk pria : kalau Anda hari ini merasa istri Anda kurang cantik, berarti Anda kurang memperhatikannya.
9) Pria mengutamakan keahlian, dan wanita mengutamakan kebersamaan. Makanya wanita itu kalau ke toilet biasa "berjama'ah". hmm... beda dengan pria,,,sendirian aja bisa karena pipis tidak menuntut keahlian khusus. Apakah Anda pernah mendengar ada pria ngajak temennya, "Don, pipis yuk"
10) Pria yang humoris adalah yang pandai melontarkan humor, wanita humoris adalah yang tertawa ketika pria melontarkan humor. Nah bagi para istri, kalau suami Anda melontarkan humor tolonglah tertwa, betapapun garingnya humor tersebut. Insya Allah karn Anda menghargai humor2 suami Anda, maka suami Anda tambah cintanya kepada Anda. Jangan sekali2 ketika suami Anda sedang humor Anda mengatakan, "Garing Amat sih".
11) Tugas istri adalah memberikan kehangatan kepada suaminya, dan tugas suami adalah memibiarkan sang istri memberikan kehangatan terbaik kepadanya. Peace... :)
Ehm..serius nih...
Intinya pria menginginkan kekuasaan, prestasi, dan seks, dan wanita menginginkan hubungan, stabilitas, dan cinta.
---dari Kang Zen, Guru Maya saya
garing...? gue banget... :D
BalasHapushmm
BalasHapusHmm...
BalasHapus*mencerna kata-kata
beberapa ada benarnya juga ...
BalasHapushmm.....
BalasHapuskarena Adam diciptakan dari tanah, makanya suka berinteraksi dengan materi, sedangkan Hawa diciptakan dari makhluk hidup (tulang rusuk Adam) membuatnya sering berinteraksi dengan ruh ataupun dengan makhluk hidup.
aduuhh...bulet2nya bikin pusing... :P
BalasHapusHmmm....
BalasHapusmasa seh...
like this.
BalasHapushehehe.....
xi xi xi
BalasHapusHmm...
BalasHapusTfs ya Roby :)
makasih udah sharing..
BalasHapuswaduh-waduh..saya gak ikutan ah.. :)
BalasHapusberpikir?
BalasHapuskunyah terus sampe lembut, setelah itu langsung telan.. ^_^
BalasHapusberarti ada yang salahnya jg? kasi tau dong..
BalasHapus*sedangbelajar.com*
oh, begitukah? lalu apakah wanita tak suka materi sama sekali?
BalasHapusbukannya wanita yg sgt suka perhiasan, sementara pria menyukai wanita?
bulet2 yang mana?
BalasHapus*bingung*
ga tau jg sih mas..
BalasHapusini ajaran-nya Kang Zen yg di ABCO.
hehehe...
BalasHapussama..
like this juga.. :D
knapa gak "vivivi, wiwiwi, zizizi"? ^_^
BalasHapusyup. sama-sama, ade :)
BalasHapusyou're welcome.. :)
BalasHapuskenapa cuma orientasi seks?kan itu cuma sesaat kayanya?
BalasHapusada yg lebih dalam dari itu pasti!!
hoho...
BalasHapusmaaf mas, seingat saya, dlm tulisan ini ga ada yg nyebut kalo orientasi lelaki "cuma" seks.
Yup, saya jg sepakat bahwa ada yg lebih dalam dari itu..
kalo gitu kesimpula dari ini : "Intinya pria menginginkan kekuasaan, prestasi, dan seks, dan wanita menginginkan hubungan, stabilitas, dan cinta. " g bisa diterima yah..
BalasHapusmasih panjang kalo mau ditulis :)
oh.. bukan gitu Mas..
BalasHapusini kan soal kecenderungan. soal kebutuhan fitrah manusia.
duh, daku pun pusing juga kalo harus berkutat dengan teori2-nya Maslow, Freud, dkk..
;))
BalasHapusiya sih,makasih elmu nya ^_^
hadza min fadli rabbi..
BalasHapuspria - wanita saling melengkapi fitrahnya...
BalasHapusyup. bener mbak. keduanya adalah subjek. bukan satunya subjek dan yang lain objek. itu pemahaman keliru.
BalasHapus*sambil lewat, menajamkan telinga*
BalasHapusAda yang sebut Maslow dan Freud di sini?
ya..ya..
BalasHapusdi sini memang pernah tersebut nama2 itu, tapi tak berjelaskan panjang x lebar x tinggi tentang teori2 mereka yg bikin puyeng itu..
Pria objektif, wanita intuitif (menganalisa lewat nada suara dan tatapan mata).
BalasHapusMakanya paling aman kalau syura di balik hijab. Setuju? :)
Setuju kak..!
BalasHapustapi kok realita syura sekarang makin2 "vulgar" aja..? astaghfirullah..
yup! sebisa mungkin lah kita usahakan di balik hijab. yg sulit kalo kita jadi bawahan and atasan suka syura tanpa hijab, duh... pusying!
BalasHapushohoho...
BalasHapusini pengalaman pribadikah?
atau terjadi sekarang?